Berita

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani/Net

Dunia

Utusan Kremlin: Ghani Kabur Bawa Uang Berkoper-koper, Sebagian Ditinggalkan di Landasan karena Tidak Muat

SELASA, 17 AGUSTUS 2021 | 07:00 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, yang dilengserkan Taliban, dilaporkan melarikan diri dengan  empat mobil dan sebuah helikopter serta membawa uang tunai berkoper-koper.

Klaim itu dikemukakan oleh seorang sumber yang kemudian disampaikan Juru Bicara Kedutaan Rusia Nikita Ishchenko, kepada media.

“Empat mobil itu penuh dengan uang. Namun, uang itu tidak bisa muat semua di Helikopter, mereka pun meninggalkan sebagiannya di lantai landasan," ujar Ishchenko.


Ghani meninggalkan Kabul pada Minggu saat Taliban menyerbu ke ibukota Afghanistan. Kementerain Luar Negeri Tajikistan telah membantah laporan media yang menyebutkan Ghani menjejakkan kaki ke negara itu. Hingga saat ini tidak ada yang mengetahui keberadaan Ghani dengan pasti.

Perwakilan khusus Presiden Rusia  untuk Afghanistan, Zamir Kabulov, menggambarkan pelarian Ghani dari Kabul adalah hal yang memaliukan. Sudah seharusnya Ghani diadili dan dimintai pertanggungjawaban oleh rakyat Afghanistan karena meninggalkan mereka dengan cara yang tidak layak.

Ia juga menyinggung kemungkinan bahwa Ghani dan pejabat pemerintah  telah menggelapkan sejumlah besar uang.

“Saya berharap pemerintah yang kabur tidak mengambil semua uang APBN. Ini akan menjadi landasan anggaran jika ada yang tersisa,” kata Kabulov kepada stasiun radio Ekho Moskvy di Moskow, seperti dikutip dari Independent, Senin (16/8).

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya