Berita

Dutabesar India untuk Indonesia, Manoj Kumar Bharti dalam pidatonya di Perayaan 75 Tahun Kemerdekaan India yang diselenggarakan di Jakarta/Repro

Dunia

HUT 75 Tahun Kemerdekaan, Dubes Manoj: Sesama Negara Demokrasi Besar, India dan Indonesia Berbagi Tanggung Jawab

MINGGU, 15 AGUSTUS 2021 | 11:23 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

15 Agustus merupakan tanggal yang istimewa bagi India. Pasalnya, pada tanggal tersebut di tahun 1947, merupakan Hari Kemerdekaan India, sebuah pencapaian yang didapatkan dengan usaha dan perjuangan yang tidak mudah melawan kolonial Inggris.

"Ini adalah hari yang spesial, kita memperingati 75 tahun kemerdekaan India," kata Dutabesar India untuk Indonesia, Manoj Kumar Bharti dalam pidatonya di Perayaan 75 Tahun Kemerdekaan India yang diselenggarakan di Jakarta dan disiarkan secara virtual di kanal YouTube Kedutaan Besar India di Jakarta.

Dia menjelaskan bahwa Hari Kemerdekaan merupakan festival kebebasan yang dirasakan oleh warga India, sebagai buah manis dari generasi pejuang.


"Beberapa (pejuang kemerdekaan) dikenali, beberapa lainnya tidak dikenali. Namun mereka semua sama-sama melakukan pengorbanan yang menyebabkan Anda dan saya bisa bernapas lega di bawah lagin yang damai seperti saat ini. Penghormatan tinggi bagi para pejuang," jelasnya.

Semasa penjajahan, India mengalami ketidakadilan dari pendudukan asing. Meski begitu, India memiliki karakter yang kuat untuk berjuang.

"Hal yang terkemuka dari India adalah karakter gerakan nasionalis yang dipimpin oleh Mahatma Gandhi yang dilandasi prinsip kepercaraan dan tanpa kekerasan," kata Dubes Manoj.

Gandhi dan para pahlawan negara bukan hanya menyediakan "blue print' untuk membawa India terbebas dari penjajagan, tapi juga melawan.

Kini, setelah 75 tahun merdeka, India menjadi negara yang banyak disorot oleh dunia.


"Dunia melihat keajaiban India, rumah bagi kemajuemukan tradisi dan negara demokrasi terbesar," sambungnya.

Meski kini dunia sedang dirundung oleh pandemi Covid-19, bukan berarti harapan serta merta sirna.

"Ada banyak alasan untuk berharap," ucapnya.

Selain upaya penangendalian penularna virus corona yang smakin dimasifkan, India juga berhasil mengembangkan vaksin Covid-19 dalam waktu singkat. Saat ini, upaya vaksinasi terus digenjot di negeri Bollywood.

"Apresiasi kita berikan kepada Corona-warior, dokter, perawat, tenaga kesehatan dan admnistrator yang mempertaruhkan segalanya untuk membendung dampak dari gelombang kedua," ujar Dubes Manoj.

"Memang gelombang kedua ini membawa tekanan pada fasilitas kesehatan publik. Namun pada kenyataannya, tidak ada negara yang infrastruktur kesehatannya, bahkan di ekonomi maju sekalipun, yang tidak kewalahan dengan situasi krisis saat ini," paparnya.

Meski begitu, India tetap berkomitmen untuk berbagi dengan negara-negara lain. Misi India telah berhasil melakukan pengiriman sejumlah hal penting seperti obat-obatan, peralawan kesehatan dan vaksin.

Akan tetapi, meski di tengah pandemi Covid-19 yang masih melanda banyak negara di dunia, India tidak serta merta lupa akan tanggungjawabnya sebagai negara demokrasi terbesar di dunia.

"Demokrasi sebagai sebuah gagasan, menunggu untuk hadirnya lebih banyak cerita sukses," ujarnya.

"India menjadi negara demokrasi terbesar di dunia. Indonesia menjadi negara demokrasi terbesar ketiga di dunia. Kita berbagi tanggungjawab spesial dalam hal ini. Negara kita, dan warga kita sama-sama perlu menyadari soal tanggungjawab tersebut dan bahwa apapun yang kita lakukan dalam tindakan, harus merefleksikan demokrasi itu sendiri," jelas Dubes Manoj.

"Bahkan jika digabungkan, India dan Indonesia membentuk hampir 1,6 miliar orang di bumi ini. Artinya, hhampir satu dari setiap 4,5 orang di dunia ini adalah warga India atau Indonesia," sambungnya.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Utang dan Delusi Pembangunan

Rabu, 16 September 2026 | 05:52

Tak Ulangi Kesalahan Purbaya, Suahasil Diharapkan Terus Gelorakan Ekonomi Konstitusi

Rabu, 16 September 2026 | 05:22

Pengukuhan Pengurus PERKAPI Bakal Dihadiri Menhum dan Ketua Komisi XIII DPR

Rabu, 16 September 2026 | 04:44

Fungsi KDKMP yang ‘Disabotase’

Rabu, 16 September 2026 | 04:24

Menhan Sjafrie Apresiasi Bantuan Jepang dalam Atasi Karhutla

Rabu, 16 September 2026 | 03:57

Politikus Senior PKS: PPHN Jangan jadi RPJPN Kedua

Rabu, 16 September 2026 | 03:30

38 Aset Senilai Rp846 Miliar Disita Kejagung dalam Kasus Febrie

Rabu, 16 September 2026 | 03:03

Kegiatan Belajar di SMPN 16 Medan Pulih 100 Persen Usai Dilanda Banjir

Rabu, 16 September 2026 | 02:48

WNA Malaysia Laporkan Pamen Polri Terkait Kasus Investasi Emas ke Bareskrim

Rabu, 16 September 2026 | 02:24

Kemensos Apresiasi Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Sulsel Mulai Beroperasi

Rabu, 16 September 2026 | 01:59

Selengkapnya