Berita

Iran memberlakukan kuncian nasional selama enam hari/Net

Dunia

Laporkan 29 Ribu Kasus Covid-19 dalam Sehari, Iran Berlakukan Kuncian Nasional

MINGGU, 15 AGUSTUS 2021 | 11:09 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Iran tengah menghadapi gelombang kelima Covid-19 yang didorong dengan penyebaran varian Delta yang lebih menular. Alhasil, pihak berwenang memberlakukan kuncian nasional selama sepekan.

Satgas anti-coronavirus yang dipimpin oleh Presiden Ebrahim Raisi pada Sabtu (14/8) mengumumkan penguncian nasional yang dimulai pada Senin (16/8) hingga Sabtu (21/8).

Seperti dikutip Al Jazeera, penguncian akan membuat semua kantor, bank, dan bisnis yang tidak penting ditutup.


Larangan perjalanan dalam kota juga akan diberlakukan mulai Minggu pagi (15/8) dan berlangsung hingga Sabtu malam.

Awal bulan ini, Menteri Kesehatan Saeed Namaki telah menyerukan penguncian dua pekan untuk mencegah tekanan pada sistem kesehatan. Tetapi dari beberapa kuncian yang telah diberlakukan sebelumnya, aturan mudah dilanggar karena lemahnya penegakkan hukum.

Kementerian Kesehatan pada Sabtu telah mengonfirmasi lebih dari 29.700 kasus Covid-19, dengan 466 kematian dalam sehari.

Dimulainya upacara untuk bulan suci Islam Muharram mulai Selasa di seluruh negeri telah memicu kekhawatiran jumlah korban tewas bisa meningkat lebih tinggi.

Sejumlah video yang beredar awal pekan ini dari beberapa provinsi menunjukkan orang-orang berkabung di ruang sempit, banyak yang tanpa masker.

Di media sosial, video rumah sakit dipenuhi pasien bermunculan. Antrean terjadi di apotek lantaran kurangnya obat.

Sejauh ini, hanya 14,7 juta orang telah menerima setidaknya satu dosis, sementara kurang dari empat juta telah diberikan dua dosis penuh.

Vaksin yang diimpor oleh Iran berasal dari China, Rusia, India, Kuba, Jepang, dan inisiatif COVAX.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lampaui Ekspektasi, Ekonomi Malaysia Tumbuh 4,9 Persen di 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:16

Kuota Pembelian Beras SPHP Naik Jadi 25 Kg Per Orang Mulai Februari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:02

Analis: Sentimen AI dan Geopolitik Jadi Penggerak Pasar Saham

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:46

Hasto Bersyukur Dapat Amnesti, Ucapkan Terima Kasih ke Megawati-Prabowo

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:26

Bripda Rio, Brimob Polda Aceh yang Disersi Pilih Gabung Tentara Rusia

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jalan Menuju Pengentasan Kemiskinan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:16

Legislator Golkar: Isra Miraj Harus Jadi Momentum Refleksi Moral Politisi

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:14

Skandal DSI Terbongkar, Ribuan Lender Tergiur Imbal Hasil Tinggi dan Label Syariah

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:46

Harga Minyak Menguat Jelang Libur Akhir Pekan AS

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:35

Guru Dikeroyok, Komisi X DPR: Ada Krisis Adab dalam Dunia Pendidikan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:24

Selengkapnya