Berita

Pasukan militer Amerika Serikat/Net

Dunia

Biden: Sekarang atau Lima Tahun Lagi, Penarikan Pasukan AS dari Afghanistan Tidak Ada Bedanya

MINGGU, 15 AGUSTUS 2021 | 09:29 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Presiden Joe Biden menegaskan sekali lagi bahwa keputusannya untuk menarik pasukan Amerika Serikat (AS) dari Afghanistan tidak akan berubah, meski telah terjadi peningkatan serangan dari Taliban.

Dalam sebuah pernyataan yang baru dikeluarkannya pada Sabtu (14/8), Biden menyoroti serangan Taliban yang menyerbu kota demi kota di Afghanistan.

"Satu tahun lagi, atau lima tahun lagi, kehadiran militer AS tidak akan membuat perbedaan jika militer Afghanistan tidak dapat atau tidak akan mempertahankan negaranya sendiri. Dan kehadiran Amerika tanpa akhir di tengah konflik sipil negara lain tidak dapat saya terima," tegas Biden, seperti dikutip New York Post.


Di tengah meningkatnya serangan Taliban, Biden dikritik karena dianggap terlalu cepat menarik pasukannya.

Kendati begitu, ia menekankan, tujuan AS melakukan invasi ke Afghanistan 20 tahun yang lalu telah rampung, yaitu memburu dalang peristiwa 9/11, Osama bin Laden yang terbunuh lebih dari satu dekade lalu.

"Namun 10 tahun kemudian, ketika saya menjadi presiden, sejumlah kecil pasukan AS masih tetap berada di lapangan, dalam bahaya," tambahnya.

Selain itu, Biden juga mencatat, selama lebih dari 20 tahun perang, AS telah menghabiskan hampir 1 triliun dolar AS dan memperlengkapi lebih dari 300.000 tentara dan polisi Afghanistan, serta mempertahankan angkatan udara mereka.

Terlebih, dengan kesepakatan yang dibuat pemerintahan mantan Presiden Donald Trump tahun lalu, Taliban berada dalam posisi terkuatnya.

“Oleh karena itu, ketika saya menjadi presiden, saya menghadapi pilihan, menindaklanjuti kesepakatan, dengan perpanjangan singkat untuk mengeluarkan pasukan kita dan pasukan sekutu kita dengan aman, atau meningkatkan kehadiran kita dan mengirim lebih banyak pasukan Amerika untuk berperang sekali lagi di konflik sipil negara lain,” jelas Biden.

"Saya adalah Presiden keempat yang memimpin kehadiran pasukan Amerika di Afghanistan, dua Republikan, dua Demokrat. Saya tidak akan, dan tidak akan, meneruskan perang ini ke presiden kelima," tegasnya.

Kirim 5.000 Pasukan untuk Evakuasi Kedutaan

Biden telah memberi perintah untuk mengerahkan 5.000 pasukan AS ke Afghanistan untuk mengamankan proses evakuasi warga dan personel kedutaan di Kabul.

Yang pertama, dari 3.000 marinir dan tentara yang menuju ke Kabul mulai tiba Jumat malam (13/8), dengan ketiga batalyon diharapkan tiba pada Minggu (15/8). Dua batalyon tambahan sedang dalam perjalanan ke Kuwait untuk melayani sebagai cadangan, tetapi laporan mengatakan setidaknya satu, dari Lintas Udara ke-82, diarahkan langsung ke Kabul.

Dari laporan CBS News, kedutaan akan dievakuasi dalam waktu 72 jam.

Dutabesar Tracey Jacobson, seorang pejabat dinas luar negeri karir, ditunjuk untuk memimpin upaya untuk memproses, mengangkut, dan merelokasi pemohon visa imigran khusus Afghanistan dan sekutu Afghanistan lainnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Ombudsman RI Pelototi Tata Kelola Haji

Kamis, 23 April 2026 | 10:15

Kemlu Protes Spanduk "Rising Lion" Israel di RS Indonesia Gaza

Kamis, 23 April 2026 | 10:06

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan ke Rp17.274 per Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 09:21

Kisah Epik Sang ‘King of Pop’: Film Biopik Michael Resmi Menggebrak Bioskop Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:18

Ketua KONI Ponorogo Sugiri Heru Sangoko Dicecar KPK Soal Pemberian Fee ke Sudewo

Kamis, 23 April 2026 | 09:15

MUI Minta Jemaah Haji Doakan Pemimpin Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:14

Bursa Asia Menguat: Nikkei Cetak Rekor

Kamis, 23 April 2026 | 09:07

Harga Minyak Kembali Tembus 100 Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 08:58

Wall Street Perkasa Berkat Donald Trump

Kamis, 23 April 2026 | 07:41

Pentagon Pecat Petinggi Angkatan Laut John Phelan di Tengah Gencatan Senjata

Kamis, 23 April 2026 | 07:25

Selengkapnya