Berita

Presiden AS Joe Biden/Net

Dunia

Ajek Mundur dari Afghanistan, Joe Biden Tak Ingin Kegagalan Perang Vietnam Terulang

MINGGU, 15 AGUSTUS 2021 | 07:45 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Di tengah meningkatnya serangan Taliban, penarikan pasukandan staf diplomatik Amerika Serikat (AS) di Afghanistan tetap dilanjutkan.

Seorang sumber diplomatik mengatakan kepada CNN bahwa keputusan Presiden Joe Biden untuk tetap menarik pasukan AS dari Afghanistan adalah tanda bahwa ia ingin menghindari "momen Saigon".

Itu merujuk pada peristiwa perebutan ibukota Vietnam Selatan, Saigon, oleh Tentara Rakyat Vietnam pada 30 April 1975. Peristiwa itu menandai berakhirnya Perang Vietnam 1955-1975. Ketika itu, Vietnam Utara didukung oleh China dan Uni Soviet, sedangkan Vietnam Selatan didukung oleh AS dan sekutunya.


Saat ini, Taliban juga tengah merebut banyak wilayah Afghanistan. Lebih dari setengah ibukota provinsi di Afghanistan juga telah dikuasai Taliban.

Sumber itu mengatakan, dengan tetap menarik ribuan tentaranya, AS sudah menyadari kemungkinan runtuhnya pemerintahan Afghanistan.

"Dan bahwa dampak bagi warganya dapat mengancam untuk menjadi noda permanen mengenai warisan kebijakan luar negeri Biden," tambahnya.

Namun peneliti di Carnegie Endowment for International Peace, Karim Sadjadpour memperingatkan, situasi ini justru dapat menjadi bumerang bagi pemerintahan Biden.

"Mundur dari Afghanistan seharusnya memberi Biden lebih banyak perhatian untuk fokus pada China. Kenyataannya adalah perang saudara yang dihasilkan atau pengambilalihan Taliban di Afghanistan akan membutuhkan lebih banyak perhatiannya daripada sebelumnya," pungkasnya.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lampaui Ekspektasi, Ekonomi Malaysia Tumbuh 4,9 Persen di 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:16

Kuota Pembelian Beras SPHP Naik Jadi 25 Kg Per Orang Mulai Februari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:02

Analis: Sentimen AI dan Geopolitik Jadi Penggerak Pasar Saham

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:46

Hasto Bersyukur Dapat Amnesti, Ucapkan Terima Kasih ke Megawati-Prabowo

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:26

Bripda Rio, Brimob Polda Aceh yang Disersi Pilih Gabung Tentara Rusia

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jalan Menuju Pengentasan Kemiskinan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:16

Legislator Golkar: Isra Miraj Harus Jadi Momentum Refleksi Moral Politisi

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:14

Skandal DSI Terbongkar, Ribuan Lender Tergiur Imbal Hasil Tinggi dan Label Syariah

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:46

Harga Minyak Menguat Jelang Libur Akhir Pekan AS

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:35

Guru Dikeroyok, Komisi X DPR: Ada Krisis Adab dalam Dunia Pendidikan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:24

Selengkapnya