Menteri Kesehatan Filipina Francisco Duque/Net
Kecurigaan terkait adanya korupsi dana penanganan Covid-19 oleh Departemen Kesehatan Filipina telah dibantah langsung oleh Menteri Kesehatan Francisco Duque.
Dalam sebuah wawancara dengan radio DZMM pada Sabtu (14/8) yang dikutip Reuters, Duque menegaskan pihaknya tidak mengkorupsi dana penanganan Covid-19 senilai 67,3 miliar peso atau setara dengan Rp 19 triliun (Rp 280/peso) yang dipertanyakan baru-baru ini.
"Anda akan yakin bahwa tidak ada uang yang dikorupsi. Tidak ada yang dicuri. Saya yakin akan hal itu," tegasnya.
Lebih lanjut, Duque menekankan, pihaknya berjanji untuk memperhitungkan setiap peso dalam penanganan pandemi.
Baru-baru ini, auditor negara telah menyoroti kekurangan 67,3 miliar peso dalam penanganan Covid-19 yang memicu kecurigaan terhadap departemen kesehatan.
Departemen sendiri menyatakan akan menyerahkan penjelasannya, termasuk dokumen yang diperlukan, kepada auditr pada pekan depan.
Sementara itu, di tengah lonjakan kasus Covid-19 akibat penyebaran varian Delta, Filipina harus menghadapi tantangan baru dengan beberapa petugas kesehatan mengundurkan diri karena tunjungannya belum dibayar.
Sekretaris Jenderal Filipino Nurses United, Jocelyn Andamo mengatakan, puluhan perawat mengancam akan mengundurkan diri karena tunjungan risiko selama berbulan-bulan belum dibayar. Mereka juga akan mengadakan aksi protes nasional pada pekan depan.
Situasi ini menambah tekanan bagi rumah sakit. Bahkan sebuah rumah sakit di kota Binan yang memiliki 50 tempat tidur harus merawat 100 hingga 200 pasien. Kurangnya tempat tidur membuat para pasien dirawat di koridor hingga tenda.
"Kenyataan yang menyedihkan adalah pasien terus meningkat dan tidak ada tanda-tanda akan mereda," ujar direktur rumah sakit, Dr. Melbril Alonte.
Pada Sabtu, Filipina melaporkan 14.249 kasus baru, yang merupakan infeksi harian terbesar kedua. Tingkat kepositifan juga mencapai rekor tertinggi, dengan seperempat dari hampir 53 ribu orang yang dites memiliki hasil positif.
Dengan infeksi baru, Filipina sudah mencatat 1,7 juta kasus Covid-19, tertinggi kedua di Asia Tenggara setelah Indonesia. Sementara angka kematian harian bertambah 233, menjadi 29.838 kasus.
Sejauh ini, hanya 11 persen dari total 110 juta penduduk Filipina yang sudah divaksinasi lengkap.