Berita

Pemimpin Oposisi zambia, Hakainde Hichilema /Net

Dunia

Hasil Sementara Pemilu Zambia 2021: Pemimpin Oposisi Hakainde Hichilema Melesat di Depan Petahana Presiden Edgar Lungu

SABTU, 14 AGUSTUS 2021 | 15:57 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Hasil sementara pemilihan Zambia menunjukkan pemimpin oposisi Hakainde Hichilema berhasil memimpin perolehan suara dari lawannya sekaligus petahana Presiden Edgar Lungu.

Pengumuman hasil sementara dari 15 daerah tersebut disampaikan kepala petugas pemilihan Kryticous Nshindano pada Sabtu (14/8) waktu setempat.

“Dengan hasil yang dihitung dari 15 daerah pemilihan dengan jumlah keseluruhan 156 daerah, Hichilema memperoleh 171.604 suara versus 110.178 suara Presiden Edgar Lungu,” kata Nshindano,seperti dikutip dari Bloomberg.


Pada 2016, hasil awal dari pusat kota menunjukkan Lungu (64) unggul jauh di depan Hichilema (59) dalam persaingan ketat yang diklaim oleh oposisi Partai Persatuan untuk Pembangunan Nasional telah dicurangi. Tantangan hukumnya terlempar ke Mahkamah Konstitusi setelah pengacara partai kehabisan waktu untuk mengajukan kasus mereka.

Investor sangat menunggu hasil pemilihan di negara penghasil tembaga terbesar kedua di Afrika itu, di tengah perjuangan Lungu menghadapi pemungutan suara terberatnya di tengah meningkatnya kemiskinan dan melonjaknya inflasi.

Antrean panjang pada hari Kamis di tempat pemungutan suara di ibu kota Lusaka, menunjukkan jumlah pemilih bisa jauh lebih tinggi daripada dua pemilihan sebelumnya. Pada 2016 hanya 58 persen pemilih terdaftar yang memberikan suara mereka, sementara pada pemilihan cepat 2015, ketika Lungu berkuasa, jumlahnya kurang dari sepertiga. Kali ini, jumlah pemilih sejauh ini adalah 71,8 persen.

Zambia memiliki 7 juta pemilih terdaftar. Ada daftar pemilih baru tahun ini yang mencakup lebih banyak orang di daerah di mana Lungu berkinerja baik pada tahun 2016, tetapi tidak jelas apakah itu akan diterjemahkan menjadi lebih banyak dukungan untuk petahana.

Siapa pun yang menang dalam pemilu kali ini punya kewajiban menghidupkan kembali ekonomi yang gagal bayar pada Eurobonds dan mengamankan pinjaman yang telah lama dicari dari Dana Moneter Internasional (IMF).

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya