Berita

Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid dalam serial diskusi Polemik Trijaya FM bertema "Pandemi dan Konstelasi Politik 2024", Sabtu, 14 Agustus/RMOL

Politik

PKB: Bukan Hanya Indonesia, Penanganan Covid-19 di 255 Negara Lain Juga Tak Memuaskan

SABTU, 14 AGUSTUS 2021 | 14:47 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Ketidakpuasan masyarakat kepada satu pemerintahan terkait penanganan Covid-19 tidak hanya terjadi di Indonesia. Tetapi, juga di banyak negara lainnya.

Hal tersebut dikatakan Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid dalam serial diskusi Polemik Trijaya FM bertema "Pandemi dan Konstelasi Politik 2024", Sabtu (14/8).

"Memang 255 negara yang menghadapi Covid-19 ini semuanya hasilnya sama, tidak terlalu memuaskan. Karena Covid-19 susah diprediksi," kata Jazilul.


Wakil Ketua MPR RI ini mengungkapkan, pandemi di Indonesia sebetulnya membaik di bulan Juni. Tetapi, sebaran varian delta yang cepat membuat situasi kembali memburuk.

"Sebenarnya Indonesia pada bulan Juni sudah cukup melandai tetapi kemudian naik lagi ada varian Delta dan lebih parah," terangnya.

Pada sisi lainnya, Jazilul mengkritisi program bantuan sosial (bansos). Menurutnya, orientasi pemerintah harus sejalan antara aspek perlindungan sosial yang berfungsi sebagai bantalan ekonomi rakyat dengan penanganan yang efektif.

Karena menerutnya, jika pemerintah hanya mengandalkan bansos untuk mengatasi masalah pandemi, maka hal itu tidak menjadi solusi akhir dari penyelamatan jiwa masyarakat.

"Terkait dengan kegiatan bansos itu sebenarnya kegiatan untuk menunda dan mengantisipasi keadaan saja, bukan menyelesaikan (masalah pandemi) itu hanya terapi jangka pendek," pungkasnya.

Hadir pembicara lainnya politisi Partai Golkar Melki Laka Lena, politisi Demokrat Syarief Hasan, politisi Partai Gerindra Habiburokhman, politisi PAN Viva Yoga Mauladi dan Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya