Berita

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo/Ist

Politik

Ketidakpuasan Publik atas Kinerja Jokowi Menangani Covid-19 Meningkat

SABTU, 14 AGUSTUS 2021 | 14:20 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Ketidakpuasan publik atas kinerja Presiden Joko Widodo dalam penanganan pandemi Covid-19 di Tanah Air meningkat.

Berdasarkan temuan terbaru lembaga survei Indonesia Political Opinion (IPO), tercatat 42 persen responden menyatakan tidak puas dengan kinerja Jokowi. Yang merasa puas ada 52 persen, dan 7 persen ragu-ragu.

"Persepsi ketidakpuasan terhadap kinerja presiden dalam penanganan pandemi cukup tinggi, jika dibandingkan dengan Survei IPO periode April 2021," kata Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah saat memaparkan hasil surveinya bertajuk 'Refleksi Penanganan Pandemi dan Dampak Konstelasi Politik 2024', Sabtu (14/8).

Pada survei IPO sebelumnya, kata Dedi, presiden masih mendapat angka kepuasan penanganan pandemi Covid-19 sebesar 56 persen, dan angka ketidakpuasan hanya 37 persen.

Sementara itu, terjadi penurunan tajam angka persepsi kepuasan pada kinerja Wakil Presiden KH Maruf Amin dalam penanganan pandemi Covid-19, yakni 58 persen tidak puas, 32 persen merasa puas, dan 10 persen publik masih ragu-ragu.

"Periode April 2021 Wapres mendapat persepsi kepuasan 36 persen, berbanding ketidakpuasan 51 persen. Jadi, secara umum Wapres dianggap tidak memuaskan pada kontribusi dampak sosial, ekonomi, dan hukum," demikian Dedi Kurnia.

Survei IPO ini digelar sejak 2-10 Agustus 2021 dan menggunakan metode multistage random sampling dengan 1200 responden yang tersebar proporsional secara nasional. Survei ini memiliki pengukuran kesalahan (sampling error) 2,50 persen, dengan tingkat akurasi data 97 persen.

Populer

Konsesi Tambang Ormas Dicurigai Siasat Jokowi Kabur dari Kejaran Utang

Sabtu, 15 Juni 2024 | 12:27

Preview Belgia Vs Slovakia: Hati-hati Pancingan Emosi

Senin, 17 Juni 2024 | 16:59

Perwakilan Kontraktor Minta Penegak Hukum Periksa Bupati Keerom

Senin, 10 Juni 2024 | 10:37

Dugaan Korupsi Askrida Naik Lidik

Senin, 10 Juni 2024 | 22:37

Bey Machmudin Pastikan Tak Ada Ormas Keagamaan di Jabar yang Kelola Tambang

Rabu, 12 Juni 2024 | 00:19

Bey Machmudin Siapkan Bonus Kontingen Peparnas 2024

Selasa, 11 Juni 2024 | 13:16

Penyidik KPK Sita Handphone Hasto dan Geledah Ajudan

Senin, 10 Juni 2024 | 15:24

UPDATE

Fraksi PDIP Minta Pemerintah Saudi Dilibatkan dalam Evaluasi Haji 2024

Selasa, 18 Juni 2024 | 13:59

Usai Iduladha, Harga Komoditas Pangan Naik Lagi

Selasa, 18 Juni 2024 | 13:57

Penny Burtt jadi Presiden Boeing Asia Tenggara

Selasa, 18 Juni 2024 | 13:55

Rupiah Disengaja Anjlok agar Pemerintahan Prabowo yang Nanggung Beban?

Selasa, 18 Juni 2024 | 13:53

HUT ke-497 Jakarta Dirayakan dengan Ajang Marathon Dunia

Selasa, 18 Juni 2024 | 13:52

Golkar Jakarta Salurkan Puluhan Ekor Sapi dan Kambing Kurban

Selasa, 18 Juni 2024 | 13:46

Tecno Spark 20 Pro 5G Diluncurkan, Ponsel Murah dengan Chipset Dimensity 6080

Selasa, 18 Juni 2024 | 13:45

Bisa Kecanduan Seperti Narkoba, Pelaku Judi Online Harus Direhabilitasi

Selasa, 18 Juni 2024 | 13:36

PKS Bakal Gelar Karpet Merah Buat Anies Tanpa Uji Kelayakan

Selasa, 18 Juni 2024 | 13:33

Elektabilitas Atalia Praratya Berpotensi Terkejar

Selasa, 18 Juni 2024 | 13:26

Selengkapnya