Berita

Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah (kanan) dalam diskusi daring Polemik Trijaya FM, Sabtu, 14 Agustus/Repro

Politik

Survei IPO: Mayoritas Publik Mau Divaksinasi Covid-19, tapi Banyak Juga yang Yakin Ada Dugaan Korupsi

SABTU, 14 AGUSTUS 2021 | 13:47 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Potret kepuasan masyarakat terhadap program vaksinasi Covid-19 yang digulirkan pemerintah berhasil dirangkum dalam survei terbaru Indonesia Political Opinion (IPO).

Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah menerangkan, survei yang dilakukannya pada awal Agustus mengangkat tema "Refleksi Penanganan Pandemi dan Dampak Konstelasi Politik 2024".

Dari survei tersebut ditemukan tingkat keyakinan masyarakat terhadap program vaksinasi nasional cukup tinggi, yaitu sampai menyentuh angka 75 persen.


"Responden memiliki keyakinan jika program vaksinasi dianggap tepat dan baik. Dengan asumsi itu, responden bersedia untuk mendapatkan vaksin," ujar Dedi saat memaparkan hasil surveinya dalam diskusi daring Polemik Trijaya FM, Sabtu (14/8).

Dedi mengurai sejumlah indikator yang membuat tingkat keyakinan mayarakat tinggi terhadap program vaksinasi. Antara lain, karena pemberitaan media yang diketahui 41 persen responden, himbauan pemerintah 45 persen,dan mengikuti tokoh agama 24 persen.

Meski begitu, Dedi menyatakan bahwa keyakinan publik soal program vaksinasi rawan di korupsi juga cukup tinggi. Setidaknya, tercatat tabulasi 53 persen responden menilai program vaksinasi tidak terbebas dari dugaan korupsi, dan hanya 21 persen yang menyatakan bebas dari dugaan korupsi.

"Soal keyakinan program vaksin bebas korupsi, sebagian besar responden tidak yakin," pungkasnya.

Survei IPO ini digelar sejak 2-10 Agustus 2021 dan menggunakan metode multistage random sampling (MRS) atau pengambilan sample bertingkat dengan 1200 responden yang tersebar proporsional secara nasional.

Survei ini memiliki pengukuran kesalahan (sampling error) 2,50 persen, dengan tingkat akurasi data 97 persen.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

KPK Terbitkan Sprindik Baru Terkait TPPU Wali Kota Madiun Maidi

Rabu, 23 September 2026 | 18:27

Pemerintah Sediakan Pendidikan Gratis Mulai TK hingga SMA Lewat Dana BOS

Rabu, 23 September 2026 | 18:19

IHSG-Rupiah Kompak Parkir di Zona Hijau Usai BI Tahan Suku Bunga

Rabu, 23 September 2026 | 17:58

Beli Tiket MotoGP Indonesia 2026 via wondr by BNI Diskon hingga Rp300 Ribu

Rabu, 23 September 2026 | 17:41

Anggota DPRD Hingga Petinggi LSM Diperiksa KPK dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 23 September 2026 | 17:38

Prabowo Bentuk Tim Khusus Kaji Rencana Gratiskan Kuliah di PTN

Rabu, 23 September 2026 | 17:34

Bos BI Ungkap Investasi Asing Masuk RI Rp7,1Triliun, Ditopang SBN

Rabu, 23 September 2026 | 17:18

Legislator Nasdem Dorong Pembenahan Pelayaran, Belajar dari Kereta Api

Rabu, 23 September 2026 | 17:09

Pemerintah Bisa Lebih Repot Bila Daya Beli Kelas Menengah Terus Tertekan

Rabu, 23 September 2026 | 17:01

Prabowo Pantau Karhutla Sumatra-Kalimantan, 209,78 Hektare Masih Dipadamkan

Rabu, 23 September 2026 | 16:52

Selengkapnya