Berita

Gurubesar Ekonomi IPB, Prof Didin S Damanhuri/Net

Politik

Prof Didin Damanhuri: Ketimpangan Ekonomi jadi Tantangan Menuju 76 Tahun Indonesia Merdeka

SABTU, 14 AGUSTUS 2021 | 13:51 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Indonesia sudah banyak mengalami kemajuan sejak merasakan kemerdekaan selama 76 tahun. Namun, kurun waktu dua tahun belakangan, terpaan pandemi telah menyebabkan banyak kemunduran, baik ekonomi, demokrasi dan kebebasan.

"Demokrasi dan kebebasan mengemukakan pendapat mengalami kemunduran, juga ekonomi. Cita-cita kemerdekaan terlihat makin jauh," kata Gurubesar Ekonomi IPB, Prof Didin S Damanhuri dalam zoominari kebijakan publik Narasi Institute 'Memaknai Kemerdekaan Di tengah tantangan pandemi', Jumat (13/8).

Didin S Damanhuri melihat, secara PDB Indonesia terus meningkat sejak awal proklamasi. Namun yang perlu digarisbawahi, ketimpangan desa dan kota masih cukup besar. Hal tersebut dapat memicu masalah serius, terutama akibat makin kaya kelompok minoritas dan semakin miskinnya kelompok mayoritas.


"Padahal sumber dayanya disedot ke kota tapi tidak kembali ke desa. Lokal ekonomi desa ini penting sebagai balanced perkotaan. Adanya civil society yang kuat seperti NU dan Muhammadiyah ikut berperan mempererat persatuan bangsa," lanjutnya.

Didin mengingatkan, tantangan terbesar saat ini adalah ketimpangan, terutama penikmat terbesar pembangunan adalah kelompok etnis tertentu yang memunculkan ketimpangan ekstrem.

"Ketergantungan Indonesia terhadap berbagai hal di antaranya teknologi, finansial, dan utang juga menyebabkan ruang gerak bangsa semakin terbatas," lanjutnya.

Oleh karenanya, ia menyarankan perlu kolektif konsensus elite untuk membangun agenda ekonomi jangka panjang yang berkeadilan guna mengurangi gap ketimpangan ekstrem ekonomi dan sosial.

"Bisa melalui reform from the top atau bahkan bisa revolusi sosial yang mestinya dihindari karena yang paling dirugikan itu rakyat. Elite-elite harus membangun kolektif konsensus untuk membangun agenda ekonomi jangka panjang yang berkeadilan," tandasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

MNC Siap Lawan Putusan CMNP Lewat Banding hingga PK!

Selasa, 28 April 2026 | 20:09

Menyambut Hardiknas 2026: Mengupas Makna Tema, Filosofi Logo, dan Harapan Pendidikan Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 20:06

RUPS bjb Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Komut, Ayi Subarna Dirut

Selasa, 28 April 2026 | 20:02

KAMMI Ingin Perempuan jadi Penggerak Kedaulatan Energi

Selasa, 28 April 2026 | 20:01

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar ke-35

Selasa, 28 April 2026 | 19:59

Prabowo Sempatkan Ziarah ke Makam Sang Kakek Margono Djojohadikusumo

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Jamaluddin Jompa Kembali Jabat Rektor Unhas

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Legislator Golkar Desak Dirut KAI Mundur

Selasa, 28 April 2026 | 19:44

RUPST bank bjb, Susi Pudjiastuti Komut Independen

Selasa, 28 April 2026 | 19:42

Polri Unjuk Gigi, Timnas Silat Sapu Emas di Belgia

Selasa, 28 April 2026 | 19:34

Selengkapnya