Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Ditekan WHO dalam Penyelidikan Baru Kasus Covid, China: yang Pertama Sudah Cukup, yang Sekarang Pasti karena Muatan Politik!

SABTU, 14 AGUSTUS 2021 | 13:34 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

China kembali di bawah tekanan saat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyerukan lagi penyelidikan baru tentang asal-usul Covid-19 yang telah menewaskan lebih dari empat juta orang sejak pertama kali muncul di kota Wuhan.

Namun, seruan WHO tersebut dengan tegas ditolak pemrintah China lewat sebuah pernyataan yang disampaikan wakil menteri luar negeri Ma Zhaoxu pada Jumat (13/8).

Di hadapan wartawan, Ma mengulangi posisi China, bahwa penyelidikan awal sudah cukup dan bahwa panggilan untuk data lebih lanjut dimotivasi oleh politik daripada penyelidikan ilmiah.


“Kami menentang penelusuran politik, dan mengabaikan laporan bersama yang dikeluarkan setelah kunjungan tim ahli WHO ke Wuhan pada Januari,” kata Ma, seraya menekankan China akan mendukung penelusuran secara ilmiah.

Seruan WHO datang pada Kamis (12/8), di mana mereka mendesak China untuk membagikan data mentah dari kasus Covid-19 paling awal untuk menghidupkan kembali penyelidikannya tentang asal-usul penyakit tersebut.

Ma menolak saran penyelidikan baru tersebut.

“Kesimpulan dan rekomendasi laporan bersama WHO dan China diakui oleh komunitas internasional dan komunitas ilmiah,” katanya, seperti dikutip dari AFP.

“Pekerjaan ketertelusuran global di masa depan harus dan hanya dapat dilakukan lebih lanjut berdasarkan laporan ini, daripada memulai yang baru,” lanjutnya.

Seperti diketahui, tim pakar internasional WHO sudah pergi ke Wuhan pada Januari 2021 untuk menghasilkan laporan fase pertama, yang ditulis bersama dengan rekan-rekan mereka di China. Namun itu gagal untuk menyimpulkan bagaimana virus dimulai.

Laporan itu mengatakan virus yang melompat dari kelelawar ke manusia melalui hewan perantara adalah skenario yang paling mungkin, dan sangat mustahil itu berasal dari kebocoran laboratorium virologi Wuhan.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Presiden Prabowo Patok Belanja Negara Rp4.097 Triliun, Defisit Rp671,2 T di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 18:15

Pemerintah Anggarkan Belanja Rp4.097 Triliun untuk Delapan Program Prioritas di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:59

Titah Prabowo Usut Tambang Ilegal Wajib Dilaksanakan TNI-Polri

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:55

Prabowo Targetkan Efisiensi Rp360 Triliun dari Belanja Pemerintah

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:41

Muktamar NU dalam Pusaran Politik Kepentingan Umat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:20

Prabowo Usul Beri Kewarganegaraan Ganda bagi Diaspora dengan Talenta Terbaik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:10

Iwan Sumule: Program Prabowo adalah Amanat Konstitusi

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:09

Kepastian RUU Perampasan Aset, Menteri Hukum: Tunggu DPR Gelar Uji Publik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:53

Prabowo Siapkan Ambulans Udara hingga Tim Dokter Terbang untuk Layani Daerah Terpencil

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:52

Prabowo Buka Opsi Datangkan Dokter dari Luar Negeri untuk Praktik di Indonesia

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:32

Selengkapnya