Berita

Partai Amanat Nasional (PAN)/Net

Politik

Survei IPO: Elektabilitas PAN Meningkat Lewati PKS dan Tempel PKB

SABTU, 14 AGUSTUS 2021 | 10:13 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Elektabilitas Partai Amanat Nasional (PAN) mengalami peningkatan signifikan. Partai pimpinan Zulkifli Hasan ini bahkan mengungguli Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan mulai menempel Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Demikian temuan survei Indonesia Political Opinion (IPO) bertema "Refleksi Penanganan Pandemi dan Dampak Konstelasi Politik 2024" terkait pergerakan elektabilitas Parpol kelas menengah, Sabtu (14/8).

Dalam survei tersebut, elektabilitas PAN berada di angka 5,8 persen, naik signifikan dibanding hasil survei bulan April 2021 yang hanya 2, 2 persen. Semnetara itu, PKS mengalami penurunan dari posisi 5 dengan 5,3 persen di survei April, kini terjun bebas di posisi 8 dengan elektabilitas 4,95 persen.


"Terjadi perubahan pada tingkat keterpilihan partai politik; PKS mengalami penurunan signifikan, kondisi ini seiring dengan peningkatan perolehan angka keterpilihan pada PAN yang berhasil unggul dari PKS," ujar Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah dalam hasil surveinya.

Dedi mengurai, konsistensi PAN akhir-akhir ini cukup menegaskan soliditas yang terbangun di kepemimpinan Ketua Umum Zulkifli Hasan. Meskipun, kata dia, PAN mengalami perpecahan dengan hadirnya Partai Ummat.

"Tetapi Zulhas berhasil membuktikan kepiawaiannya menjaga soliditas PAN, bahkan berhasil mengungguli PKS. Ini temuan menarik sekaligus pesan untuk PKS agar lebih waspada," urainya.

Adapun, kondisi PKS yang menurun antara lain dipengaruhi oleh lahirnya Partai Gelora. Di mana dalam temuan IPO, Gelora mendapat respons elektabilitas 0,7 persen.

"Ini posisi bagus untuk partai baru, dan berbanding terbalik dengan nasib sesama new comers Partai Ummat yang belum mendapat respons publik 0,0 persen," kata Dedi.

Di luar itu, PDI Perjuangan masih perkasa di puncak teratas dengan 19,5 persen, Partai Golkar 13.8 persen, Partai Gerindra 12,6 persen, Partai Demokrat 8,7 persen, Partai Nasdem 7,8 persen, PKB 7,5 persen.

"PAN ungguli PKS dan mendekati perolehan angka keterpilihan PKB. Jika kondisi ini konsisten, maka PAN berpeluang kembali meningkat di Pemilu 2024," demikian Dedi Kurnia.

Survei IPO ini digelar sejak 2-10 Agustus 2021 dan menggunakan metode multistage random samplingdengan 1200 responden yang tersebar proporsional secara nasional. Survei ini memiliki pengukuran kesalahan (sampling error) 2,50 persen, dengan tingkat akurasi data 97 persen.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

KPK Terbitkan Sprindik Baru Terkait TPPU Wali Kota Madiun Maidi

Rabu, 23 September 2026 | 18:27

Pemerintah Sediakan Pendidikan Gratis Mulai TK hingga SMA Lewat Dana BOS

Rabu, 23 September 2026 | 18:19

IHSG-Rupiah Kompak Parkir di Zona Hijau Usai BI Tahan Suku Bunga

Rabu, 23 September 2026 | 17:58

Beli Tiket MotoGP Indonesia 2026 via wondr by BNI Diskon hingga Rp300 Ribu

Rabu, 23 September 2026 | 17:41

Anggota DPRD Hingga Petinggi LSM Diperiksa KPK dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 23 September 2026 | 17:38

Prabowo Bentuk Tim Khusus Kaji Rencana Gratiskan Kuliah di PTN

Rabu, 23 September 2026 | 17:34

Bos BI Ungkap Investasi Asing Masuk RI Rp7,1Triliun, Ditopang SBN

Rabu, 23 September 2026 | 17:18

Legislator Nasdem Dorong Pembenahan Pelayaran, Belajar dari Kereta Api

Rabu, 23 September 2026 | 17:09

Pemerintah Bisa Lebih Repot Bila Daya Beli Kelas Menengah Terus Tertekan

Rabu, 23 September 2026 | 17:01

Prabowo Pantau Karhutla Sumatra-Kalimantan, 209,78 Hektare Masih Dipadamkan

Rabu, 23 September 2026 | 16:52

Selengkapnya