Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Dua Pejabat Keuangan dan Satu Unit Militer Kuba Kembali Jadi Sasaran Sanksi AS

SABTU, 14 AGUSTUS 2021 | 09:03 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi baru kepada dua pejabat Kementerian Dalam Negeri Kuba dan satu unit militer atas tindakan keras pemerintah terhadap pengunjuk rasa bulan lalu.

Mereka yang terkena sanksi itu adalah Romarico Vidal Sotomayor Garcia dan Pedro Orlando Martinez Fernandez, serta pasukan Tropas de Prevencion (TDP) dari Kementerian Angkatan Bersenjata Revolusioner Kuba.

Andrea Gacki, direktur Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri Departemen Keuangan AS, mengatakan, tindakan itu ditempuh secara bertanggungjawab untuk menekan pemerintah Kuba agar menghormati hak asasi manusia.


Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan tentara TDP telah dikerahkan dan dilaporkan menyerang serta memukuli pengunjuk rasa, sambil melakukan penangkapan dengan kekerasan.

"Kami akan terus mengambil tindakan untuk mempromosikan pertanggungjawaban atas pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan pemerintah Kuba," ujarnya.

Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez menyatakan menolak sanksi tersebut.

"Tindakan oportunistik AS terhadap pejabat Kementerian Dalam Negeri Kuba dan Pasukan Pencegahan Angkatan Bersenjata. Tindakan tersebut mencerminkan standar ganda pemerintah yang digunakan untuk manipulasi dan kebohongan untuk mempertahankan blokade terhadap #Kuba," katanya, katanya di Twitter.

Pada Juli, Amerika Serikat juga telah menjatuhkan sanksi pada kepolisian Kuba dan dua pemimpinnya.

Protes meletus di tengah krisis ekonomi terburuk Kuba juga akibat rekor lonjakan infeksi virus corona. Ribuan orang turun ke jalan, marah karena kekurangan bahan pokok, pembatasan kebebasan sipil, dan penanganan pandemi oleh pihak berwenang.

Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel menyalahkan kerusuhan di Amerika Serikat, yang dalam beberapa tahun terakhir telah memperketat embargo perdagangannya yang telah berlangsung puluhan tahun di pulau itu. Dia mengatakan banyak pengunjuk rasa tulus tetapi dimanipulasi oleh kampanye media sosial yang diatur AS.

Departemen Keuangan AS sebelumnya juga telah mengumumkan sanksi terhadap menteri pertahanan Kuba dan unit pasukan khusus kementerian dalam negeri atas tuduhan pelanggaran hak asasi manusia dalam tindakan keras untuk menangani protes, di mana ratusan aktivis ditahan.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya