Berita

Ilustrasi Komplek pemakaman korban Covid-19/Ist

Publika

Rizal Ramli Minta Jangan Korbankan Bangsa

JUMAT, 13 AGUSTUS 2021 | 19:45 WIB | OLEH: ARIEF GUNAWAN*

PENANGANAN virus corona baru (Covid-19) sekarang berlangsung dalam semangat “kalau bisa dipersulit kenapa dipermudah”.

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) jadi mirip praktik passen-stelsel zaman kompeni, dimana orang mesti bawa-bawa pass-jalan (wegenkaart). Sekarang berupa sertifikat vaksin.

Data yang meninggal kena Covid-19 juga dihapus, seperti kelakuan Westerling menutupi genosida.


Standar moral seperti kejujuran sudah tidak ada. Sehingga meriahlah prank, TikTok, baliho, survei abal-abal, dan artifisial lainnya, yang mengundang muak di hati rakyat.

Siklus demokrasi mengalami pembusukan. Politik sebagai etik dikesampingkan. Melainkan sebagai sekedar tekhnik, dalam arti manipulasi.

“Pranks tiada henti. Dibikin berseri bagaikan serial televisi. Seperti reality show, dibela dan dibesar-besarkan buzzerRp dan influencerRp. Yang menjadi korban adalah bangsa kita sendiri ... ” tulis tokoh nasional Dr Rizal Ramli di akun twitter-nya, baru-baru ini.

Orang Indonesia meski suka harmoni, pada dasarnya suka ngalah, kemudian suka ngalih, meski  akhirnya suka ngamuk. Ngalah, ngalih, ngamuk.

Rakyat sekarang lagi ngalah dan lagi ngalih, ibarat nyimpan api dalam sekam.

Di tengah situasi ini Rizal Ramli juga menekan pentingnya leadership by example, namun apa lacur yang terjadi justru anti-thesis.

Sehingga menurutnya jalannya pemerintahan saat ini ibarat serial Drakor yang tiada habis-habisnya.

Penulis adalah Pemerhati Sejarah

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya