Berita

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken/Net

Dunia

AS Tuntut China Segera Bebaskan Terdakwa Mata-mata Kanada

KAMIS, 12 AGUSTUS 2021 | 10:34 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Amerika Serikat pada Rabu (11/8) mengeluarkan kecaman tajam atas vonis pengadilan China terhadap pengusaha Kanada Michael Spavor.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dalam pernyataannya menuntut pemerintah China untuk segera membebaskan tanpa syarat pengusaha Kanada yang ditangkap dan dijatuhi hukuman penjara 11 tahun karena tuduhan mata-mata itu.  

Blinken mengatakan China secara sewenang-wenang menangkap Spavor untuk melakukan pengaruh atas pemerintah asing.


“Orang tidak boleh digunakan sebagai alat tawar-menawar,” kata Blinken, seperti dikutip dari RT, Kamis (12/8).

Spavor dijatuhi hukuman 11 tahun penjara atas tuduhan spionase dalam sidang yang berlangsung Rabu. Dalam sebuah pernyataan tentang putusan itu, pengadilan mengatakan Spavor secara ilegal memberikan rahasia negara.

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau sebelumnya mengutuk penangkapan dan persidangan, yang dia klaim tidak memenuhi standar minimum yang disyaratkan oleh hukum internasional.

Pihak berwenang China menahan Spavor dan Kovrig pada akhir 2018, beberapa hari setelah  Kanada menangkap eksekutif Huawei Meng Wanzhou di Bandara Internasional Vancouver dengan surat perintah dari Amerika Serikat karena melaporkan pelanggaran sanksi Amerika terhadap Iran.

China telah menolak tuduhan bahwa penangkapan warga Kanada adalah pembalasan nyata atas penangkapan Huawei.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lampaui Ekspektasi, Ekonomi Malaysia Tumbuh 4,9 Persen di 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:16

Kuota Pembelian Beras SPHP Naik Jadi 25 Kg Per Orang Mulai Februari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:02

Analis: Sentimen AI dan Geopolitik Jadi Penggerak Pasar Saham

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:46

Hasto Bersyukur Dapat Amnesti, Ucapkan Terima Kasih ke Megawati-Prabowo

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:26

Bripda Rio, Brimob Polda Aceh yang Disersi Pilih Gabung Tentara Rusia

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jalan Menuju Pengentasan Kemiskinan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:16

Legislator Golkar: Isra Miraj Harus Jadi Momentum Refleksi Moral Politisi

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:14

Skandal DSI Terbongkar, Ribuan Lender Tergiur Imbal Hasil Tinggi dan Label Syariah

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:46

Harga Minyak Menguat Jelang Libur Akhir Pekan AS

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:35

Guru Dikeroyok, Komisi X DPR: Ada Krisis Adab dalam Dunia Pendidikan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:24

Selengkapnya