Berita

Pakar Hukum dari Universitas Al-Azhar Indonesia, Prof, Suparji Ahmad/Net

Politik

Poyuono Minta DPR Kirim Mosi Tidak Percaya ke Jokowi, Pakar Hukum: Belum Perlu, Cukup Kritik yang Orisinil dan Otentik

RABU, 11 AGUSTUS 2021 | 20:08 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Saran dari mantan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono, kepada DPR RI agar menggunakan hak mosi tidak percaya kepada pemerintah dalam kaitannya dengan penanganan Covid-19 ditanggapi sejumlah pihak.

Salah satunya disampaikan Pakar Hukum dari Universitas Al-Azhar Indonesia, Prof, Suparji Ahmad, yang memandang belum perlu adanya mosi tidak percaya dari DPR RI kepada pemerintah.

Sebab menurutnya, pendapat Arief Poyuono yang menyatakan kritik dari fraksi-fraksi di DPR RI tidak efektif dalam mendorong perbaikan penanganan pandemi, sehingga perlu menggunakan hak mosi tidak percaya, dirasa kurang tepat.


Justru, Suparji lebih melihat pada isi dari kritik-kritik yang disampaikan anggota parelemen kepada pemerintah. Di mana menurutnya, belum ada orisinalitas dan otentifikasi yang menjadi representasi suara rakyat di akar rumput dalam hal mengevaluasi kerja penanganan Covid-19 oleh pemerintah.

"Yang diperlukan kritik secara otentik, bukan sekedar aksesoris atau basa basi," ujar Suparji kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (11/8).

Maka dari itu, Suparji menilai DPR belum perlu menyampaikan mosi tidak percaya kepada Presiden Jokowi yang dianggap gagap menghadapi pagebluk virus Corona di Indonesia.

Tapi ia meminta agar kritik terhadap penanganan pandemi Covid-19 terus dilakukan anggota DPR dengan isi pesan yang orisinil dan betul-betul menunjukkan realitas sebenarnya, bukan sekedar lip service. Tujuannya agar Indonesia segera keluar dari krisis yang ditimbulkan akibat pandemi

"Kebijakan dan pelaksanaan perlu dievaluasi secara kritis dan konstruktif. Sikap mosi tidak percaya bukan solusi untuk mengatasi pandemi Covid-19. Yang diperlukan adalah kritik secara otentik, bukan sekedar aksesoris atau basa basi," tuturnya.

"Melalui kritik tersebut diharapkan segera ada perbaikan kebijakan untuk mengatasi kelemahan-kelemahan yang ada," demikian Suparji.

Dalam kurun waktu beberapa pekan ke belakang, sejumlah anggota parlemen melontarkan kritik terhadap penanganan Covid-19 yang dikerjakan pemerintah, baik yang terkait vaksinasi, cakupan testing dan tracing, hingga soal ketersediaan obat-obatan, fasilitas dan pelayanan kesehatan di rumah sakit.

Beberapa anggota DPR RI yang menyampaikan kritik berasal dari banyak fraksi, termasuk di antaranya disampaikan kader-kader PDI Perjuangan seperti Puan Maharani, Effendi Simbolon dan Masinton Pasaribu.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya