Berita

Aksi menolak kartu kesehatan Covid-19/Net

Dunia

Pusat-pusat Vaksinasi Covid-19 di Prancis Alami Vandalisme, Dicorat-coret Hingga Dibuat Banjir

RABU, 11 AGUSTUS 2021 | 19:59 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sejumlah pusat vaksinasi Covid-19 di Prancis mengalami vandalisme dan diberi label kebencian oleh kelompok anti-vaksin.

Dari laporan Reuters pada Rabu (11/8), pusat vaksinasi dan fasilitas tes Covid-19 di luar ruangan di seluruh negeri telah ditandai dengan logo swastika dan grafiti seperti "Nazi" hingga "genosida" dalam beberapa pekan terakhir.

Slogan-slogan serupa juga terlihat dalam beberapa aksi demonstrasi menolak kartu kesehatan Covid.


"Kami sedang membersihkan kengerian ini, ini menjijikkan. Pusat-pusat lain juga terkena serangan rasis dan pengecut ini. Di poster pusat vaksinasi, sebuah target dicat, seolah-olah untuk senjata," ujar walikota Neuille-Pont-Pierre, Michel Jollivet.

Media lokal BFM menyebut, rata-rata satu serangan per hari telah terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Vandalisme seringkali di kota-kota kecil dengan sedikit pasukan polisi atau kamera keamanan.

Serangan juga meningkat menjelang pemberlakuan kartu kesehatan wajib pada pekan ini.

Di Lans-en-Vercors, Prancis tenggara, grafiti anti-vaksin dilukis di pusat vaksinasi. Selang kebakaran juga sengaja dibuka sehingga membanjiri fasilitas tersebut.

Menteri Kesehatan Olivier Veran mengatakan pihaknya tengah menyelidiki tindakan tersebut dan mencari penanggungjawabnya.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lampaui Ekspektasi, Ekonomi Malaysia Tumbuh 4,9 Persen di 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:16

Kuota Pembelian Beras SPHP Naik Jadi 25 Kg Per Orang Mulai Februari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:02

Analis: Sentimen AI dan Geopolitik Jadi Penggerak Pasar Saham

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:46

Hasto Bersyukur Dapat Amnesti, Ucapkan Terima Kasih ke Megawati-Prabowo

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:26

Bripda Rio, Brimob Polda Aceh yang Disersi Pilih Gabung Tentara Rusia

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jalan Menuju Pengentasan Kemiskinan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:16

Legislator Golkar: Isra Miraj Harus Jadi Momentum Refleksi Moral Politisi

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:14

Skandal DSI Terbongkar, Ribuan Lender Tergiur Imbal Hasil Tinggi dan Label Syariah

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:46

Harga Minyak Menguat Jelang Libur Akhir Pekan AS

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:35

Guru Dikeroyok, Komisi X DPR: Ada Krisis Adab dalam Dunia Pendidikan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:24

Selengkapnya