Berita

Pendukung tahanan Kanada Michael Spavor dan Michael Kovrig di luar sidang ekstradisi Meng Wanzhou Huawei Technologies pada 2019/Net

Dunia

Pengadilan China Vonis Pengusaha Kanada 11 Tahun Penjara, PM Trudeau: Tidak Adil

RABU, 11 AGUSTUS 2021 | 14:42 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kanada dibuat geram dengan hasil vonis pengadilan China terhadap pengusaha Kanada Michael Spavor yang terjerat kasus spionase.

Pengadilan Menengah Dandong telah memvonis Spavor 11 tahun penjara dan menyita 50 ribu yuan yang merupakan aset pribadi Spavor. Ia juga akan dideportasi setelah menyelesaikan hukumannya.

Pada Rabu (11/8), Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan hukuman tersebut tidak dapat diterima dan menyerukan agar Spavor segera dibebaskan.


"Hukuman dan vonis China terhadap Michael Spavor benar-benar tidak dapat diterima dan tidak adil," ujar Trudeau, seperti dikutip Reuters.

Selain Spavor, Trudeau juga menyerukan pembebasan mantan diplomat Kanada Michael Kovrig yang juga tengah menunggu vonisnya dalam kasus serupa.

"Putusan untuk Bapak Spavor muncul setelah lebih dari 2,5 tahun penahanan sewenang-enang, kurangnya transparansi dalam proses hukum, dan persidangan yang bahkan tidak memenuhi standar minimum yang disyaratkan oleh hukum internasional," tambahnya.

Selain Kanada, putusan itu juga telah dikecam oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Beijing. Kedubes menyebut putusan itu merupakan upaya Beijing untuk menggunakan manusia sebagai daya tawar.

China menahan Spavor dan Kovrig pada akhir 2018, hanya beberapa hari setelah Kanada menangkap eksekutif Huawei Meng Wanzhou di Bandara Internasional Vancouver dengan surat perintah dari AS.

Dutabesar Kanada untuk China Dominic Barton, yang mengunjungi Spavor di pusat penahanan di timur laut China setelah putusan tersebut.

"Meskipun kami tidak setuju dengan tuduhan itu, kami menyadari bahwa ini adalah langkah selanjutnya dalam proses untuk membawa pulang Michael dan kami akan terus mendukungnya melalui masa yang penuh tantangan ini," kata keluarga Spavor.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya