Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Afghanistan Memanas, Rusia-China Gelar Latihan Militer dekat Perbatasan

RABU, 11 AGUSTUS 2021 | 13:23 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Rusia dan China menggelar latihan bersama, menandai hubungan militer yang semakin meningkat antara Moskow dan Beijing. Latihan itu dilakukan  di tengah kekhawatiran kedua negara atas ketidakstabilan di Afghanistan.

Latihan militer yang melibatkan pasukan darat dan pesawat tempur yang dipimpin oleh Li Zuocheng, seorang anggota Komisi Militer Pusat Partai Komunis itu, dimulai pada Selasa (19/8) dan akan berlanjut hingga Jumat mendatang di Daerah Otonomi Ningxia Hui yang terletak di barat laut China timur Xinjiang.

Xinjiang berbagi perbatasan yang sempit dengan Afghanistan, dan Beijing memiliki kekhawatiran akan munculnya kekerasan yang meluas di perbatasannya jika Taliban mengambil alih kendali di Afghanistan setelah penarikan pasukan AS .


Rusia dan China semakin mengkoordinasikan kebijakan militer dan luar negeri mereka untuk menentang apa yang mereka gambarkan sebagai dominasi global AS yang dirasakan.

“Latihan itu bertujuan untuk memperdalam operasi anti-terorisme bersama antara militer China dan Rusia dan menunjukkan tekad kuat dan kekuatan kedua negara untuk bersama-sama menjaga keamanan dan stabilitas internasional dan regional,” tulis laporan Xinhua, mengutip pejabat China dan Rusia.

“Ini mencerminkan ketinggian baru kemitraan koordinasi strategis komprehensif China-Rusia untuk era baru dan saling percaya strategis, pertukaran pragmatis dan koordinasi antara kedua negara,” lanjut laporan itu.

Militer Rusia mengirim beberapa pesawat tempur Su-30SM dan unit infanteri bermotor untuk ambil bagian dalam latihan tersebut.

“Tujuan dari acara pelatihan tempur adalah untuk memperkuat pengembangan hubungan Rusia-China, kemitraan yang komprehensif, dan interaksi strategis, membangun tingkat kerja sama militer dan persahabatan antara angkatan bersenjata kedua negara, menunjukkan tekad dan kemampuan Rusia dan China untuk memerangi terorisme, dan bersama-sama melindungi perdamaian dan stabilitas di kawasan itu,” kata Kementerian Pertahanan Rusia.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya