Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Facebook Tutup Kampanye Influencer Anti-Vaksin

RABU, 11 AGUSTUS 2021 | 10:07 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Raksasa media sosial Facebook mengumumkan pada Selasa (10/8), bahwa perusahaan  telah menghapus ratusan akun yang dikatakan terlibat dalam kampanye disinformasi anti-vax yang dioperasikan dari Rusia.

Jejaring media sosial itu mengatakan jaringan akun tersebut menargetkan India, Amerika Latin, dan AS.

“Mereka berusaha merekrut influencer untuk menyebarkan klaim palsu untuk merusak kepercayaan publik terhadap vaksin Covid-19 tertentu,” kata Facebook, seperti dikutip dari BBC, Rabu (11/8).


Dalam laporan terbarunya tentang "perilaku tidak autentik yang terkoordinasi", Facebook mengatakan mereka menemukan hubungan antara jaringan dan kampanye disinformasi yang gagal dari agen pemasaran influencer Fazze - yang merupakan bagian dari perusahaan yang berbasis di Rusia bernama AdNow.

Ben Nimmo, pemimpin intelijen ancaman Facebook, menggambarkan kampanye itu sebagai "pencucian disinformasi" yang menanam konten di beberapa forum online dan kemudian memperkuat konten itu di platform lain, termasuk Reddit dan Medium.

Akhir tahun lalu, Facebook melaporkan ada jaringan akun palsu mencoba memicu meme palsu bahwa vaksin AstraZeneca melawan Covid-19 akan mengubah manusia menjadi simpanse.

Menurut laporan Facebook, tautan ini kemudian dibagikan oleh beberapa influencer di Instagram dengan menggunakan tagar yang sama dan merujuk pada fakta bahwa vaksin AstraZeneca berasal dari adenovirus simpanse.

Kedua gelombang kampanye tersebut tidak berhasil dan gagal mendapatkan banyak daya tarik - meskipun metode yang digunakan beragam.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lampaui Ekspektasi, Ekonomi Malaysia Tumbuh 4,9 Persen di 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:16

Kuota Pembelian Beras SPHP Naik Jadi 25 Kg Per Orang Mulai Februari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:02

Analis: Sentimen AI dan Geopolitik Jadi Penggerak Pasar Saham

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:46

Hasto Bersyukur Dapat Amnesti, Ucapkan Terima Kasih ke Megawati-Prabowo

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:26

Bripda Rio, Brimob Polda Aceh yang Disersi Pilih Gabung Tentara Rusia

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jalan Menuju Pengentasan Kemiskinan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:16

Legislator Golkar: Isra Miraj Harus Jadi Momentum Refleksi Moral Politisi

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:14

Skandal DSI Terbongkar, Ribuan Lender Tergiur Imbal Hasil Tinggi dan Label Syariah

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:46

Harga Minyak Menguat Jelang Libur Akhir Pekan AS

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:35

Guru Dikeroyok, Komisi X DPR: Ada Krisis Adab dalam Dunia Pendidikan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:24

Selengkapnya