Berita

Presiden Pakistan Arif Alvi/Net

Dunia

Presiden Arif Alvi: Pakistan Berharap Bisa Belajar dari Pengalaman Pembangunan China

RABU, 11 AGUSTUS 2021 | 08:02 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah China dan Pakistan sepakat untuk meningkatkan dan memperkuat kerja sama bidang anti-terorisme dan keamanan kedua negara.

Hal itu terngkap dalam pertemuan antara Duta Besar China untuk Pakistan Nong Rong dan Presiden Arif Alvi pada Senin (9/8) waktu setempat, sebulan setelah serangan teroris yang menargetkan China di Pakistan.

Dalam pertemuan itu, keduanya bertukar pandangan tentang hubungan China-Pakistan, kerjasama dalam memerangi Covid-19, pembangunan Koridor Ekonomi China-Pakistan serta kerjasama internasional dan regional.


Dalam pertemuan itu, presiden mengatakan bahwa Pakistan mengutuk keras serangan teroris pada 14 Juli lalu, yang menewaskan sembilan warga negara China. Peristiwa itu terjadi saat sebuah bus meledak di di provinsi Khyber Pakhtunkhwa Pakistan.

Atas kejadian tersebut, Alvi juga menyatakan belasungkawa dan simpati yang mendalam kepada keluarga para korban China.

“Pakistan akan dengan tegas menjaga keamanan proyek, personel, dan institusi China di Pakistan dan berharap untuk lebih memperkuat kerja sama di Pelabuhan Gwadar, industri dan teknologi informasi, serta mewujudkan perdagangan dan konektivitas digital,” kata presiden, seperti dikutip dari Global Times, Selasa (10/8).

“Pakistan berharap untuk belajar dari pengalaman pembangunan China di bidang pendidikan, kesehatan dan bidang sosial dan mata pencaharian lainnya,” ujarnya.

Duta Besar China pada gilirannya mengatakan bahwa China dan Pakistan adalah mitra kerja sama strategis di segala cuaca.

“China bersedia bertukar pengalaman dengan Pakistan tentang pemerintahan, memberikan peluang baru kepada Pakistan dengan perkembangan baru China dan membantu mewujudkan visi ‘Pakistan baru’,” katanya. 

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lampaui Ekspektasi, Ekonomi Malaysia Tumbuh 4,9 Persen di 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:16

Kuota Pembelian Beras SPHP Naik Jadi 25 Kg Per Orang Mulai Februari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:02

Analis: Sentimen AI dan Geopolitik Jadi Penggerak Pasar Saham

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:46

Hasto Bersyukur Dapat Amnesti, Ucapkan Terima Kasih ke Megawati-Prabowo

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:26

Bripda Rio, Brimob Polda Aceh yang Disersi Pilih Gabung Tentara Rusia

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jalan Menuju Pengentasan Kemiskinan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:16

Legislator Golkar: Isra Miraj Harus Jadi Momentum Refleksi Moral Politisi

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:14

Skandal DSI Terbongkar, Ribuan Lender Tergiur Imbal Hasil Tinggi dan Label Syariah

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:46

Harga Minyak Menguat Jelang Libur Akhir Pekan AS

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:35

Guru Dikeroyok, Komisi X DPR: Ada Krisis Adab dalam Dunia Pendidikan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:24

Selengkapnya