Berita

Kementerian Luar Negeri China/Net

Dunia

Pertikaian Baru China-Lithuania, Beijing Tarik Pulang Duta Besarnya dari Vilnius

RABU, 11 AGUSTUS 2021 | 06:03 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah China mengeluarkan pernyataan untuk menarik pulang duta besarnya dari Lithuania. Tindakan itu muncul tak lama setelah Vilnius menyatakan rencana membuka kantor diplomatik di Taiwan.

Lewat Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, China mendesak agar Lithuania juga melakukan hal yang sama, menarik pulang duta besarnya dari Beijing.

"Pemerintah Lithuania telah mengabaikan banyak teguran diplomatik dan peringatan dari China tentang kemungkinan konsekuensi tentang membuka kantor misi di Taiwan. Keputusan itu dengan berani melanggar semangat komunike tentang pembentukan hubungan diplomatik antara China dan Lithuania dan sangat merusak kedaulatan dan integritas teritorial China," isi pernyataan kementerian, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (10/8).


Beijing sampai saat ini tetap mengklaim Taiwan sebagai wilayahnya yang tidak punya hak atas pengakuan diplomatik. Sejauh ini ada 15 negara yang mengakui Taiwan, dan pulau itu telah mempertahankan hubungan informal dengan semua negara besar melalui kantor perdagangan yang bertindak sebagai kedutaan de facto.

Lithuania telah melakukan pendekatan dan hubungan yang bersahabat dengan Taiwan, sebaliknya Lithuania juga menjadi salah satu negara yang paling vokal tentang dugaan pelanggaran hak asasi manusia di Xinjiang dan Hong Kong.

Menteri Luar Negeri Taiwan, Joseph Wu, pada 20 Juli lalu mengumumkan rencana Taiwan dan Lithuania yang akan mendirikan kantor perwakilan masing-masing untuk meningkatkan kerja sama perdagangan. Rencananya, kantor akan dibuka pada akhir tahun.

Rencana pembukaan kantor diplomatik itu terjadi di tengah ketegangan antara China dan Taiwan dalam beberapa dekade.

Kementerian Luar Negeri Lithuania telah mengeluarkan pernyataan penyesalannya atas tindakan China. Menurutnya, meski menghormati prinsip 'satu China', Lithuania siap untuk mengembangkan hubungan yang saling menguntungkan dengan Taiwan.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lampaui Ekspektasi, Ekonomi Malaysia Tumbuh 4,9 Persen di 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:16

Kuota Pembelian Beras SPHP Naik Jadi 25 Kg Per Orang Mulai Februari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:02

Analis: Sentimen AI dan Geopolitik Jadi Penggerak Pasar Saham

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:46

Hasto Bersyukur Dapat Amnesti, Ucapkan Terima Kasih ke Megawati-Prabowo

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:26

Bripda Rio, Brimob Polda Aceh yang Disersi Pilih Gabung Tentara Rusia

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jalan Menuju Pengentasan Kemiskinan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:16

Legislator Golkar: Isra Miraj Harus Jadi Momentum Refleksi Moral Politisi

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:14

Skandal DSI Terbongkar, Ribuan Lender Tergiur Imbal Hasil Tinggi dan Label Syariah

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:46

Harga Minyak Menguat Jelang Libur Akhir Pekan AS

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:35

Guru Dikeroyok, Komisi X DPR: Ada Krisis Adab dalam Dunia Pendidikan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:24

Selengkapnya