Berita

Orang-orang berbaris dengan tabung oksigen selama pandemi Covid-19 di Yangon, Myanmar/Reuters

Dunia

Myanmar Hadapi Krisis Covid-19 dan Politik, AS Siap Ulurkan Tangan

SELASA, 10 AGUSTUS 2021 | 22:42 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di Myanmar di tambah lagi krisis politik yang memperburuk situasi di mengundang perhatian banyak pihak, termasuk Amerika Serikat. Negeri Paman Sam siap mengulurkan tangan untuk memberikan lebih dari 50 juta dolar AS dalam bentuk bantuan bagi penanganan Covid-19 di negara tersebut.

Menurut keterangan yang dirilis oleh Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat pada selasa (10/8), bantuan dari Amerika Serikat itu akan digunakan untuk mereka yang terpaksa melarikan diri dari kekerasan dan penganiayaan serta kelompok-kelompok bantuan menyediakan layanan kesehatan di samping kebutuhan pokok seperti makanan, tempat tinggal dan air.

"Pendanaan ini datang pada titik kritis meningkatnya kebutuhan kemanusiaan dan akan membantu mengurangi dampak Covid-19 pada kehidupan masyarakat di Burma (Myanmar)," kata jurubicara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat Ned Price, seperti dimuat Reuters pada Selasa (10/8).


"Setelah kudeta 1 Februari, orang-orang dari Burma terus meninggalkan rumah mereka karena kekerasan yang sedang berlangsung," sambungnya.

Price menjelaskan bahwa bantuan dana tersebut telah diumumkan oleh Dutabesar Amerika Serikat untuk PBB Linda Thomas-Greenfield sat berkunjung ke Thailand. Selain kepada Myanmar, Amerika Serikat juga akan membeirkan bantuan kepada Thailand untuk membantu mengatasi pandemi Covid-19.

Kasus Covid-19 di Myanmar memuncak di Myanmar bulan lalu, dengan rata-rata 3.824 kasus infeksi harian baru yang dilaporkan belakangan ini. Dengan demikian, sejak awal pandemi terjadi, setidaknya telah terjadi 333.127 kasus infeksi dan 12.014 kematian terkait virus corona di Myanmar.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya