Berita

Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto (di podium) saat pidato kebangsana di acara ulang tahun 50 CSIS/Repro

Politik

Hadapi Geopolitik Vaksin, Airlangga Ingatkan Pesan Jokowi untuk Percepat Produksi Vaksin Mandiri

SELASA, 10 AGUSTUS 2021 | 22:29 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Indonesia harus bisa memproduksi vaksin mandiri di tengah persaingan dagang politik vaksin oleh negara Barat dengan China.

Begitu ditegaskan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dalam pidato kebangsaan dalam rangka perayaan 50 tahun CSIS Indonesia secara virtual, Selasa (10/8).

Airlangga mengatakan, vaksin virus corona baru (Covid-19) saat ini menjadi komoditas persaingan dagang antara barat dan timur. Yakni, vaksin yang dijadikan persyaratan mobilitas dengan menggunakan vaksin produsen tertentu.


"Dunia saat ini dihadapkan pada persaingan barat dan timur yang baru sesudah perang dagang, kini berlanjut kepada geo vaksin politik," ujar Airlangga.

"Terutama untuk persyaratan mobilitas atau perjalanan. Amerika dan sekutunya mengenyampingkan apa yang diatur WHO ataupun WTO dengan sekutunya, demikian pula untuk timur itu China melakukan revaliasi dengan persyaratan menggunakan vaksin dari China," imbuhnya menerangkan.

Untuk itu, kata Menko Perekonomian ini, Indonesia perlu segera merespons dengan cepat khususnya untuk memenuhi kebutuhan vaksin nasional dengan produksi vaksin mandiri.

"Maka Indonesia perlu merespons dengan cepat, dengan mendorong pembuatan vaksin mandiri," kata Airlangga.

Lanjutnya, Presiden Joko Widodo pun telah mengamanatkan untuk merespon cepat penanganan Covid-19. Telah digenjot terus target 2,5 juta per hari penyuntikan vaksin di bulan Agustus.

Serta, pemerintah juga mendorong program pencegahan Covid-19 dengan program memakai masker di setiap desa, kelurahan, dan kecamatan. Termasuk juga, penanganan kesehatan dengan penyediaan obat, fasilitas kesehatan, dan perhatian terhadap tenaga erkaj.

"Tidak ada negara yang memiliki pengalaman dalam pengendalian Covid-19 ini apalagi saat ini muncul berbagai varian Delta yang penularannya sangat cepat. Bapak presiden mengamanatkan untuk respons cepat," demikian Airlangga.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya