Berita

Tangkapan video diplomat Nigeria diduga dianiaya oknum petugas imigrasi di Jakarta/Repro

Dunia

Diplomat Nigeria Sempat Memukul Petugas Imigrasi Indonesia

SELASA, 10 AGUSTUS 2021 | 19:55 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Video viral di media sosial yang menunjukkan seorang diplomat Nigeria diduga mengalami penganiayaan oleh oknum petugas imigrasi di Jakarta telah mengejutkan publik.

Di dalam video berdurasi sekitar setengah menit itu terlihat seorang warga Nigeria berbaju putih, yang diidentifikasi sebagai diplomat, berteriak ketika beberapa orang bermasker, yang belakangan diketahui sebagai oknum petugas imigrasi, memeganginya. Terdengar diplomat itu mengerang kesulitan bernapas.

Menanggapi video viral tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) DKI Jakarta Ibnu Chuldun memberikan klarifikasi.


Lewat pernyataannya pada Selasa (10/9), Ibnu menyebut pihaknya tidak melakukan kekerasan, dan sebaliknya, diplomat Nigeria tersebut bertindak arogan dan memukul petugas imigrasi.

Ibnu menjelaskan, insiden tersebut terjadi ketika petugas mendapat informasi adanya sekelompok warga negara asing (WNA) yang diduga izin tinggalnya telah habis dan menginap di salah satu hotel di Jakarta Selatan.

Petugas kemudian mendatangi lokasi menginap para WNA tersebut karena mereka diduga berencana mengadakan pesta di hotel itu pada Sabtu sore (7/8).

Menurut informasi pihak hotel, para WNA telah check out dan pindah ke apartemen di Jakarta Selatan. Petugas kemudian mendatangi apartemen tersebut dan mendapati seorang WNA di lobi apartemen.

"Ketika petugas menanyakan paspor dan identitas dirinya, WNA tersebut marah dan tidak mau menyerahkan dokumen tersebut. Dia juga sempat menghardik petugas dan malah menantang untuk ditahan," terang Ibnu.

Lantaran tidak kooperatif, akhirnya ia dibawa petugas ke kantor imigrasi. Namun dalam perjalanan, ia melakukan pemukulan terhadap petugas sehingga harus dipegangi.

"Dia terus berteriak-teriak sepanjang perjalanan dan sampai di kantor imigrasi juga masih berteriak. Padahal, petugas tidak melakukan kekerasan kepadanya. Setelah ditanyai, barulah akhirnya dia mengaku sebagai diplomat dengan menyerahkan Kartu Diplomatik Kedutaan Nigeria," tutur Ibnu.

Akibat dari kejadian tersebut, Ibnu mengatakan, salah satu petugas imigrasi mengalami luka bengkak dan berdarah pada bagian bibir sebelah kiri.

"Dan ini bisa dibuktikan dari hasil visum yang dilakukan atas petugas kami," imbuhnya.

Menurut Ibnu, video viral tersebut hanya menampilkan adegan setelah pemukulan terhadap petugas. Sehingga yang terlihat adalah ketika petugas memegangi diplomat Nigeria tersebut.

Lebih lanjut, Ibnu menyebut, masalah ini telah diselesaikan secara kekeluargaan setelah Dutabesar Nigeria Ari Usman Ogah mendatangi Kantor Imigrasi Jakarta Selatan pada Sabtu petang, dengan disertai petugas kepolisian Direktorat Pam Obvit Polda Metro Jaya.

Kedua belah pihak juga telah mengakui kesalahpahaman tersebut dan sepakat berdamai, dengan disaksikan oleh Pimpinan Kantor Imigrasi Jakarta Selatan dan Dutabes Ari Usman Ogah.

Sementara itu, Arise TV sebelumnya melaporkan, pemerintah Nigeria telah melayangkan surat protes kepada pemerintah Indonesia terkait insiden tersebut. Kementerian Luar Negeri Nigeria juga telah memanggil Dutabesar RI Usra Hendra Harahap untuk dimintai keterangan.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya