Berita

Fort Detrick/Net

Dunia

Selain Fort Detrick, Ini Laboratorium Milik AS yang Dicurigai jadi Sumber Virus Corona

SELASA, 10 AGUSTUS 2021 | 05:31 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Mata dunia, yang didorong AS, selama ini tertuju pada teori bahwa telah terjadi kebocoran virus di lab Wuhan. Seiring perkembangan penyelidikan, kini mata dunia juga melihat kemungkinan virus mematikan itu berasal dari laboratorium milik Amerika Serikat.

Setelah lab Fort Detrick yang terkenal itu disebut-sebut memiliki kemungkinan kebocoran virus, laboratorium biologi di University of North Carolina (UNC) di Chapel Hill juga telah menjadi fokus kecurigaan publik. Banyak pengamat menunjuk pada catatan keamanannya lab yang dikatakan berkondisi buruk.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian akhir Juli lalu mengatakan bahwa tim Ralph Baric, kepala lab UNC, adalah otoritas dalam hal penelitian. Kemampuan diakui secara luas dalam mensinergikan dan memodifikasi virus corona. Saat itu, Zhao juga mendesak AS untuk mengundang pakar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk menyelidiki fasilitas UNC itu.

“Penyelidikan terhadap tim dan lab  (pimpinan) Baric akan mengklarifikasi apakah penelitian virus corona telah memunculkan SARS-CoV-2,” kata Zhao, seperti dikutip dari Global Times, Senin (9/8).

“Penyelidikan terhadap tim dan lab  (pimpinan) Baric akan mengklarifikasi apakah penelitian virus corona telah memunculkan SARS-CoV-2,” kata Zhao, seperti dikutip dari Global Times, Senin (9/8).

Dunia  internasional dengan jelas memandang AS, yang telah mempromosikan 'teori kebocoran lab' dan terlibat dalam serangan tanpa dasar terhadap China, sebagai tersangka utama yang bertanggung jawab atas kebocoran Covid-19, kata seorang sumber.

Seorang spesialis biosekuriti China bermarga Li yang bekerja di sebuah lembaga penelitian yang berafiliasi dengan Chinese Academy of Sciences mengatakan bahwa jika klaim kebocoran lab itu benar adanya, Covid-19 lebih mungkin bocor dari laboratorium AS bukan dari China. Itu merujuk pada lingkungan yang lebih matang dari sintesis dan operasi virus lab, serta kasus kebocoran virus dalam sejarah.

“Kami mengimbau WHO untuk menempatkan laboratorium AS, termasuk yang berlokasi di UNC, ke dalam penyelidikan tahap kedua,” kata Li.

Mirip dengan laboratorium Fort Detrick, publik telah menemukan bahwa laboratorium keamanan tinggi di UNC telah mengembangkan reputasi untuk kecelakaan yang sering terjadi, dikaitkan dengan prosedur keselamatan yang lemah.

Laboratorium di UNC-Chapel Hill melaporkan 28 insiden laboratorium yang melibatkan organisme rekayasa genetika kepada pejabat di Institut Kesehatan Nasional AS (NIH) dari Januari 2016 hingga Juni 2020, menurut ProPublica, situs web berita nirlaba yang berbasis di New York City.

“Enam dari insiden tersebut melibatkan berbagai jenis virus corona yang dibuat di laboratorium,” menurut sebuah artikel yang diterbitkan oleh ProPublica pada Agustus 2020. “Banyak yang direkayasa untuk memungkinkan studi virus pada tikus,” tambahnya.

Enam kecelakaan terkait virus corona yang dilaporkan oleh UNC dipenuhi dengan kesalahan mendasar dan tindakan perbaikan yang salah, menurut temuan media China.

Pada Agustus 2015, misalnya, seekor tikus yang telah terinfeksi dengan jenis virus 'yang diadaptasi dari tikus' menggeliat bebas dari sarung tangan peneliti  ke lantai lab. Pejabat NIH mengatakan kepada ProPublica bahwa itu adalah jenis coronavirus terkait SARS. Pekerja yang terlibat dalam insiden tersebut diminta untuk melaporkan suhu dan gejala apa pun selama 10 hari berturut-turut.

Pada April 2020, seekor tikus terbalik di tangan seorang peneliti dan menggigit jari telunjuknya melalui dua lapis sarung tangan. Gigitan tikus menyebabkan potensi paparan strain SARS-CoV-2, yang telah diadaptasi untuk pertumbuhan pada tikus, kata laporan UNC. Namun, alih-alih ditempatkan di karantina medis, peneliti hanya melakukan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari.

“Kemungkinan besar laboratorium UNC secara tidak sengaja membocorkan virus melalui kecelakaan yang menginfeksi manusia, meskipun kemungkinannya secara teoritis kecil,” kata Li.

Menurutnya, satu insiden seperti yang dilaporkan UNC hampir tidak dapat menyebabkan evolusi virus langsung atau penyebaran luas, tetapi ada kemungkinan bahwa kebocoran telah menyebabkan penyebaran virus yang dimodifikasi di antara manusia berpotensi hingga beberapa ratus orang melalui periode waktu tertentu,. Bahwa virus berevolusi selama penularan dari manusia ke manusia atau dari manusia ke hewan.

Kecelakaan di lab UNC hanyalah puncak gunung es dalam hal sistem laboratorium biologi AS yang keropos. Pada tahun 2015, investigasi USA Today mengungkapkan, ratusan kesalahan laboratorium, pelanggaran keselamatan, dan insiden 'nyaris celaka' yang telah terjadi di laboratorium biologi dalam beberapa tahun terakhir, yang menempatkan ilmuwan, kolega mereka, dan terkadang bahkan publik dalam bahaya.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Presiden Prabowo Patok Belanja Negara Rp4.097 Triliun, Defisit Rp671,2 T di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 18:15

Pemerintah Anggarkan Belanja Rp4.097 Triliun untuk Delapan Program Prioritas di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:59

Titah Prabowo Usut Tambang Ilegal Wajib Dilaksanakan TNI-Polri

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:55

Prabowo Targetkan Efisiensi Rp360 Triliun dari Belanja Pemerintah

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:41

Muktamar NU dalam Pusaran Politik Kepentingan Umat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:20

Prabowo Usul Beri Kewarganegaraan Ganda bagi Diaspora dengan Talenta Terbaik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:10

Iwan Sumule: Program Prabowo adalah Amanat Konstitusi

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:09

Kepastian RUU Perampasan Aset, Menteri Hukum: Tunggu DPR Gelar Uji Publik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:53

Prabowo Siapkan Ambulans Udara hingga Tim Dokter Terbang untuk Layani Daerah Terpencil

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:52

Prabowo Buka Opsi Datangkan Dokter dari Luar Negeri untuk Praktik di Indonesia

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:32

Selengkapnya