Berita

Presiden Iran yang baru dilantik Ebrahim Raisi divaksinasi dengan vaksin Covid-19 yang dikembangkan secara lokal pada Minggu, 8 Agustus 2021/RT

Dunia

Presiden Baru Iran Disuntik Vaksin Covid-19 Buatan Dalam Negeri

SENIN, 09 AGUSTUS 2021 | 14:46 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Iran yang baru dilantik Ebrahim Raisi divaksinasi dengan vaksin Covid-19 yang dikembangkan secara lokal pada akhir pekan kemarin (Minggu, 8/8).

Raisi menerima suntikan pertama COVIran Barekat, salah satu dari dua vaksin virus corona yang diproduksi secara lokal.

Bersama dengan Raisi, Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf yang juga baru dilantik, juga menerima dosis pertam suntikan vaksin Covid-19 tersebut.


Raisi dilantik sebagai presiden baru Iran di tengah ketegangan yang sedang berlangsung dengan Barat serta pandemi Covid-19 yang masih mengancam. Di tengah situasi tersebut, dia mengalawali kepemimpinannya dengan disuntik vaksin buatan dalam negeri.

Menurut kabar yang dimuat Russia Today, vaksinasi ini dilakukan di tengah gelombang baru infeksi virus corona yang terjadi di Iran. Pada hari Minggu (8/8) kemarin saja, otoritas kesehatan Iran melaporkan 542 kematian terkait Covid-19. Rekor kematian sebelumnya dilaporkan pada akhir April, ketika negara itu mengalami gelombang infeksi besar-besaran.

Jumlah infeksi baru yang terdaftar selama periode 24 jam terakhir juga mencapai level tertinggi baru, mencapai hampir 40 ribu kasus.

Sejak awal pandemi, Iran telah mencatat lebih dari 4,1 juta kasus virus corona, termasuk lebih dari 94 ribu kematian. Hal itu menempatkan Iran berada di antara 15 negara yang paling parah terkena dampak oleh virus corona itu di dunia.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya