Berita

Konflik Tigray/Net

Dunia

Tawaran Jadi Mediator Konflik Tigray Ditolak, Sudan Panggil Dubesnya di Ethiopia

SENIN, 09 AGUSTUS 2021 | 10:33 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sudan dan Ethiopia mengalami ketegangan diplomatik. Dua negara tetangga di Afrika Timur itu bersitegang usai Ethiopia menolak tawaran Sudan untuk menengahi konflik di Tigray.

Kementerian Luar Negeri Sudan pada Minggu (8/8) mengumumkan pihaknya telah menarik dutabesar di Addis Ababa lantaran frustasi dengan sikap pejabat di Ethiopia.

"Ethiopia akan memperbaiki posisinya jika mempertimbangkan apa yang bisa dilakukan Sudan daripada sepenuhnya menolak semua upayanya," ujar kementerian, seperti dikutip Reuters.


Pada Rabu (4/8), Perdana Menteri Sudan Abdalla Hamdok berbicara dengan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken tentang konflik di wilayah Tigray yang telah menyebabkan masuknya 53.400 pengungsi sejak akhir 2020.

Hamdok kemudian menawarkan bantuan menjadi mediator dalam kerangka kepresidenannya di IGAD, sebuah kelompok yang mencakup Kenya, Ethiopia, Uganda, Djibouti, Sudan, Uganda dan Somalia.

Pada Kamis (5/8) jurubicara perdana menteri Ethiopia, Billene Seyoum, menolak kemungkinan Sudan menengahi konflik Tigray.

Seyoum mengatakan, hubungan antara Ethiopia dan Sudan sedikit rumit, sementara kepercayaan harus menjadi dasar dari setiap upaya mediasi. Ia juga menyoroti serangan tentara Sudan ke wilayah Ethiopia.

Hubungan Ethiopia dan Sudan juga memburuk dengan perselisihan atas wilayah tanah subur Al Fashqa. Ketegangan perbatasan terjadi pada saat Ethiopia, Sudan dan Mesir juga mencoba untuk menyelesaikan perselisihan tiga arah atas Bendungan Grand Ethiopian Renaissance Ethiopia.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya