Berita

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken/Net

Dunia

Amerika Serikat Nyatakan Pilpres Nikaragua 2021 Kehilangan Kredibilitas

SENIN, 09 AGUSTUS 2021 | 10:04 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken buka suara soal penangkapan sejumlah tokoh oposisi yang dilakukan pemerintahan Presiden Nikaragua Daniel Ortega jelang pemilihan presiden yang akan digelar pada November, yang menurutnya sudah kehilangan kredibilitas.

Dalam pernyataannya Blinken mengatakan, pasangan Ortega dan istrinya Rosario Murillo, yang memegang posisi wakil presiden, telah melakukan segala cara untuk mempertahankan kekuasaan.

Salah satunya dengan menangkapi sejumlah politisi saingan yang berpotensi mengalahkannya di pemilihan presiden.


"Amerika Serikat memandang tindakan otoriter itu sangat tidak demokratis yang dilakukan oleh rezim - didorong oleh ketakutan Ortega akan kalah dalam pemilihan - sebagai pukulan terakhir terhadap prospek Nikaragua untuk pemilihan yang bebas dan adil," kata Blinken, seperti dikutip dari Reuters, Minggu (8/8).

"Pemilihan presiden negara Amerika Tengah pada November telah kehilangan semua kredibilitas", kata Blinken.

Pernyataan Blinken datang tak lama setelah polisi Nikaragua menempatkan politisi oposisi Berenice Quezada di bawah tahanan rumah pada Rabu pekan lalu, menuduhnya menghasut kebencian dan kekerasan.

Seorang mantan ratu kecantikan yang kini menjadi kritikus Ortega, Quezada, minggu lalu ditunjuk oleh Aliansi Warga untuk Partai Liberty, atau ACXL, untuk menjadi pasangan calon presiden bagi Oscar Sobalvarro.

Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintahan Ortega - mantan gerilyawan Marxis - telah berulang kali menahan musuh politik, termasuk hingga saat ini tujuh calon presiden ditambah beberapa lusin tokoh oposisi lainnya. Banyak yang dituduh merusak kemerdekaan dan kedaulatan Nikaragua, dan dilarang mencalonkan diri.

AS sendiri telah bergerak untuk menanggapi tindakan keras Ortega yang berniat mencalonkan diri untuk masa jabatan keempatnya, dengan memberlakukan pembatasan visa pada 50 kerabat pejabat Nikaragua, termasuk anggota keluarga anggota parlemen, jaksa dan hakim pada Jumat lalu.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Presiden Prabowo Patok Belanja Negara Rp4.097 Triliun, Defisit Rp671,2 T di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 18:15

Pemerintah Anggarkan Belanja Rp4.097 Triliun untuk Delapan Program Prioritas di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:59

Titah Prabowo Usut Tambang Ilegal Wajib Dilaksanakan TNI-Polri

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:55

Prabowo Targetkan Efisiensi Rp360 Triliun dari Belanja Pemerintah

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:41

Muktamar NU dalam Pusaran Politik Kepentingan Umat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:20

Prabowo Usul Beri Kewarganegaraan Ganda bagi Diaspora dengan Talenta Terbaik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:10

Iwan Sumule: Program Prabowo adalah Amanat Konstitusi

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:09

Kepastian RUU Perampasan Aset, Menteri Hukum: Tunggu DPR Gelar Uji Publik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:53

Prabowo Siapkan Ambulans Udara hingga Tim Dokter Terbang untuk Layani Daerah Terpencil

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:52

Prabowo Buka Opsi Datangkan Dokter dari Luar Negeri untuk Praktik di Indonesia

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:32

Selengkapnya