Berita

Badan Investigasi Nasional India (NIA)/Net

Dunia

India Gerebek Puluhan Markas Jamaat-e-Islami Terkait Kasus Pendanaan Terorisme

SENIN, 09 AGUSTUS 2021 | 07:55 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Badan Investigasi Nasional India (NIA) mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan penggerebekan di 56 lokasi yang terkait dengan organisasi keagamaan terlarang Jamaat-e-Islami (JeI) di Jammu dan Kashmir terkait kasus dugaan pendanaan terorisme.

"Penggeledahan yang dilakukan hari ini (Minggu) termasuk kantor pengurus asosiasi terlarang, anggotanya dan juga kantor perwalian yang konon dijalankan oleh JeI. Selama penggeledahan, berbagai dokumen yang memberatkan dan perangkat elektronik disita dari tempat para tersangka," kata seorang juru bicara NIA, seeprti dikutip dari Hindustan Times, Minggu.

Pemerintah menuduh Jamaat-e-Islami, partai politik Islam yang didirikan oleh Sayyid Abul Ala Maududi pada 24 Agustus 1941 itu mendukung militansi di Kashmir yang dikuasai India, yang merupakan jantung dari konflik puluhan tahun dengan Muslim Pakistan.


Menurut Badan kontra-terorisme India, anggota organisasi tersebut telah mengumpulkan dana di dalam dan luar negeri melalui sumbangan untuk kegiatan amal dan kesejahteraan, tetapi dana tersebut malah digunakan untuk kegiatan kekerasan dan pemisahan diri.

“Dana yang dikumpulkan oleh JeI juga disalurkan ke organisasi teroris terlarang seperti Hizb-ul-Mujahidin, Lashkar-e-Taiba dan lainnya melalui jaringan kader JeI yang terorganisir dengan baik,” kata badan tersebut.

NIA juga mengatakan JeI telah memotivasi pemuda yang mudah dipengaruhi di Kashmir dan merekrut anggota baru di Jammu dan Kashmir untuk berpartisipasi dalam kegiatan pemisahan diri yang mengganggu.

Pemerintah India melarang JeI setelah pecahnya serangan militan di Kashmir lebih dari dua tahun lalu, yang diklaim oleh kelompok militan Islam yang berbasis di Pakistan dan menewaskan 40 tentara India ketika seorang pembom bunuh diri menabrakkan mobilnya ke dalam bus yang membawa pasukan militer.

Hingga berita ini diturukan, belum ada kometar dari kelompok Jel.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya