Berita

Partai-partai oposisi menggelar protes menuntut penyelidikan masalah Pegasus pada 23 Juli di Delhi/Net

Dunia

Diskusi Parlemen Buntu, Oposisi Rilis Video Protes: Tuan Modi, Ayo Dengarkan Kami!

SENIN, 09 AGUSTUS 2021 | 06:32 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Media sosial Twitter pada Minggu (8/8) diramaikan oleh postingan para oposisi yang merilis video tiga menit tentang tuntutannya kepada Perdana Menteri Narendra Modi untuk mendnegarkan aspirasi mereka.

Lewat unggahan video berjudul "Tuan Modi, Ayo Dengarkan Kami!" partai oposisi yang diwakili oleh juru bicara nasional Kongres Trinamool dan anggota parlemen Rajya Sabha Derek O'Brien mendesak Modi untuk datang ke Parlemen dan mendengarkan tuntutan oposisi terkait isu-isu spyware dan Undang-undang Pertanian.

"PM Narendra Modi tampaknya telah kehilangan keberaniannya. Mengapa dia tidak tertarik menjawab pertanyaan di parlemen? Partai-partai oposisi siap untuk berdiskusi di Parlemen tetapi pemerintah BJP menunda prosesnya sehingga kebenaran tidak sampai ke rakyat,” isi pernyataan dari cuplikan video tersebut, menurut laporan India Today, Minggu (8/8).


Video, yang telah dikompilasi menggunakan klip dari RSTV, juga terdiri dari pernyataan yang dibuat oleh anggota parlemen oposisi di Majelis Tinggi.

"Anda tidak mengizinkan diskusi yang telah kami minta selama 14 hari terakhir dan diskusi yang dapat kami lakukan nanti. Anda mengesahkan RUU itu sekarang. Jika Anda memiliki keberanian, mulailah diskusi tentang Pegasus sekarang," kata Mallikarjun Kharge dari Kongres.

Partai-partai oposisi telah menuntut diskusi terbuka di Gedung Parlemen tentang isu-isu spesifik seperti pengintaian Pegasus selama sesi Monsun Parlemen, protes petani selama berbulan-bulan, ekonomi, dan penanganan Covid-19. Namun, pemerintah telah menyalahkan Oposisi atas kebuntuan yang berlanjut dan tidak membiarkan diskusi apa pun dilakukan di Parlemen.

Bulan lalu, sebuah konsorsium media internasional melaporkan bahwa lebih dari 300 nomor telepon seluler penduduk India masuk dalam daftar target potensial untuk pengawasan menggunakan spyware Pegasus perusahaan Israel NSO. Selama ini NSO telah menyatakan bahwa produknya hanya dijual kepada pemerintah yang 'terseleksi' dan bukan kepada pemain swasta.

Menurut data yang bocor, mereka yang dimata-matai termasuk lebih dari 40 wartawan, tiga tokoh oposisi utama, satu otoritas konstitusional, dua menteri kabinet yang menjabat,  pejabat organisasi keamanan dan pengusaha.

Target tersebut juga mencakup delapan aktivis yang saat ini menjadi tersangka kasus Bhima Koregaon. Laporan itu  mengklaim bahwa nomor yang bocor terutama milik sepuluh negara - India, Azerbaijan, Bahrain, Hungaria, Kazakhstan, Meksiko, Maroko, Rwanda, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya