Berita

Pemberitahuan dilarang masuk untuk zona positif Covid-19 di Filipina/Net

Dunia

Filipina Rugi Rp 42,7 Triliun Setiap Pekan karena Lockdown

MINGGU, 08 AGUSTUS 2021 | 13:20 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemberlakuan penguncian di ibukota Manila dan sejumlah wilayah lainnya di Filipina telah menyebabkan kerugian ekonomi yang mendalam. Setidaknya 150 miliar peso atau setara dengan Rp 42,7 triliun hilang setiap pekannya ketika Filipina memberlakukan penguncian.

Angka kerugian ekonomi itu dikutip dalam pernyataan Sekretaris Perencanaan Sosial Ekonomi Karl Chua yang dimuat Philippine Star, Minggu (8/8).

Menurut Karl, angka itu 43 persen lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya lantaran lebih banyak daerah yang dikunci untuk menahan penyebaran virus corona varian Delta yang lebih menular.


Sejak penguncian diberlakukan, lebih dari 20 ribu orang ditangkap karena melanggar protokol karantina.

Sekitar 9.600 orang ditangkap di wilayah ibukota dan setidaknya 10.800 di provinsi tetangga Bulacan, Rizal, Laguna dan Cavite ditangkap karena melanggar jam malam dan protokol lainnya selama penguncian.

Sementara itu, Manila Bulletin melaporkan, 13 rumah sakit di wilayah ibukota telah mencapai kapasitas tempat tidur penuh untuk pasien Covid-19, sementara 11 lainnya memiliki kapasitas lebih dari 85 persen.

Dua puluh empat rumah sakit lainnya memiliki kapasitas lebih dari 70 persen.

Dari dari Worldometers menunjukkan, Filipina sudah mencatat 1,6 juta kasus Covid-19, dengan lebih dari 28 ribu kematian.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya