Berita

Latihan militer bersama Garuda Shield yang dilakukan oleh TNI angkatan Darat beserta US Army sejak awal bulan ini menunjukkan adanya peningkatan hubungan baik antara dua negara/US Embassy

Pertahanan

Beni Sukadis: Latihan Bersama Garuda Shield Bukti TNI Semakin Profesional

SABTU, 07 AGUSTUS 2021 | 00:17 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Latihan militer bersama Garuda Shield yang dilakukan oleh TNI angkatan Darat beserta US Army sejak awal bulan ini menunjukkan adanya peningkatan hubungan baik antara dua negara.

Manajer program dan juga peneliti keamanan Lembaga Studi Pertahanan dan Studi Strategis Indonesia (LSPSSI) Beni Sukadis menilai bahwa secara historis, hubungan militer Indonesia dan Amerika Serikat terjalin dengan baik.

"Tentunya latihan ini yang telah diadakan pertama sejak 2007 meninjukkan tingkat hubungan yang dekat," kata Beni kepada redaksi Kantor Berita Politik RMOL pada Jumat petang (6/8).


Dari segi personel, latihan gabungan yang digelar sejak 4 Agustus hingga 14 Agustus mendatang ini merupakan latihan terbesar yang pernah dilakukan TNI AD dan US Army dan melibatkan 1.850 prajurit.

"Dari sesi subtansi, latihan juga beragam, baik untuk pelatihan OMP (Operasi Militer Perang) dan OMSP (Operasi militer Selain Perang)," ujar Beni.

Di sisi lain, Beni menilai bahwa latihan bersama ini juga menunjukkan profesionalitas TNI.

"Secara umum latihan bersama ini tentu menunjukan TNI ingin meningkatkan kapasitas diri sebagai prajurit profesional, sekaligus mendapatkan pengalaman dari latihan bersama, dan juga meningkatkan saling percaya antara kedua AD," sambungnya.

Meski begitu, pada saat yang bersamaan tidak bisa dipungkiri juga bahwa latihan bersama ini bisa dipandang sebagai upaya untuk menghalau pengaruh dari China.

"Kalau mengkonter China, secara implisit. Ya, mungkin saja ini bagian dari deterrent bagi negara asing yang sering dianggap melanggar wilayah kita," tutupnya.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya