Berita

Anggota DPR RI fraksi PDI Perjuangan, Darmadi Durianto/Net

Politik

Fraksi PDIP: Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen Cuma Klaim, Tak Sesuai Situasi yang Dirasakan Rakyat dan Bisa Menyesatkan!

JUMAT, 06 AGUSTUS 2021 | 19:52 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pertumbuhan ekonomi kuartal II-2021 sebesar 7,07 persen yang disebut pemerintah sebagai langkah perbaikan tidak disepakati partai koalisi utama Presiden Joko Widodo, yaitu PDI Perjuangan (PDIP).

Anggota DPR RI fraksi PDIP, Darmadi Durianto menganggap, perbaikan ekonomi yang hanya dilihat dari besaran growth di kuartal II itu hanya sekedar klaim pemerintah. Karena ia melihat pertumbuhan tersebut tidak selaras dengan kondisi riil di lapangan saat ini.

Bahkan menurutnya, pengumuman pertumbuhan ekonomi tersebut bisa membuat publik bertanya-tanya. Karena fakta dan kondisi riil jauh berbeda dengan apa yang di klaim pemerintah dalam hal ini tim ekonomi Jokowi.


"Angkanya benar tapi bisa membuat masyarakat bertanya-tanya mengenai kebenaran angka tersebut karena masyarakat membandingkannya dengan situasi saat ini," ujar Darmadi dalam keterangan tertulis, Jumat (6/8).

Secara teori pertumbuhan ekonomi, Darmadi sepakat jika pertumbuhan ekonomi keuartal II-2021 mengalami lonjakan yang tinggi. Karena ia melihat perbandingan dari pertumbuhan ekonomi yang timbuh hingga 7,07 persen adalah kuartal II-2020, yang justru terkontraksi hingga minus (-) 5,32 persen.

"Ya pasti bertumbuh. Menurut saya ini capaian yang lumayan 7,07 persen year on year (yoy). Jika dibandingkan dengan kuartal II-2020 pasti naik banyak karena 2020 lagi kontraksi di kuartal yang pertumbuhan ekonominya mati -5.32 persen," katanya.

Karena itu, Darmadi mengingatkan agar sektor usaha mencermati secara jernih dibalik klaim pemerintah soal pertumbuhan ekonomi yang tumbuh 7 persen. Menurutnya ini penting agar sektor usaha tidak terjebak pada fatamorgana pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2020.

"Perusahaan harus hati-hati menyusun business plan. Jangan merasa pertumbuhan ekonomi 7 persen itu membuat pelaku usaha membuat asumsi yang ambisius," tegasnya.

Darmadi menyadari bahwa  angka pertumbuhan ekonomi tersebut sebagai langkah Pemerintah membangkitkan optimisme publik.
 Hanya saja, kata dia, jika niat tersebut tidak dibarengi pencerahan yang memadai justru akan blunder nantinya.

"Pemerintah harus memberikan data dengan penjelasan yang jelas supaya tidak menciptakan  persepsi yang salah. Penjelasan kondisi ekonomi nyatanya lagi tidak baik karena pandemi Covid-19 menciptakan ketidakpastian di bidang ekonomi," ucapnya.

Yang jelas, lanjut Darmadi,  pertumbuhan ekonomi tersebut bertolak belakang dengan nalar publik yang tengah mengalami kesulitan ekonomi saat ini. Sehingga masyarakat menduga pemerintah melakukan pembohongan, meskipun angkaperttumbuhan 7 persen tersebut datanya akurat.

Sebab di satu sisi, Darmadi berkaca pada kondisi ekonomi sebelumnya yanga mana membuat klaim pemerintah terhadap pertumbuhan 7 persen pada kuartal II-2021 sulit diuji validitasnya.

"Juli, Agustus, September (masuk) triwulan ketiga pertumbuhan ekonomi kita memburuk. Tapi Diumumkan 7.07 persen. Jelas ini artinya masyarakat merasa dibohongin," tutupnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya