Berita

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri/Net

Politik

Kata Ray Rangkuti, Megawati Sedang Meniru Cara PKS dan Demokrat

JUMAT, 06 AGUSTUS 2021 | 14:32 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pernyataan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang bernada sindiran terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) perihal penanganan Covid-19 menjadi perbincangan hangat masyarakat.

Pasalnya, Megawati mengaku pernah meminta Jokowi untuk memimpin langsung penanganan tanggap darurat di tanah air. Namun nyatanya, justru Luhut Binsar Pandjaitan yang ditunjuk oleh Jokowi sebagai Koordinator PPKM.

Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Ray Rangkuti, sentilan Megawati terhadap Jokowi bisa dipahami sebagai trend yang sedang berkembang belakangan ini.


Sebab, beberapa partai politik, khususnya yang berada di barisan oposisi, mengalami kenaikan elektabilitas lantaran kritis terhadap pemerintahan Jokowi. Hal ini yang kemudian coba ditiru oleh Megawati.

"Ada trend yang mulai berkembang memilih berseberangan dengan Jokowi dapat meningkatkan popularitas dan elektabilitas tokoh ataupun partai. Setidaknya hal itu dialami oleh PKS dan Demokrat. Berkaca dari situ, pelan-pelan partai akan menjaga jarak dengan Jokowi," kata Ray Rangkuti.

Meski begitu, Ray Rangkuti meyakini bahwa kritik dari PDI Perjuangan terhadap Jokowi masih dalam koridor aman. Dengan kata lain, PDI Perjuangan tidak sepenuhnya melepaskan mantan Walikota Solo itu. 

“Kritikan-kritikan kecil dan terkelola terhadap Jokowi akan jadi pilihan banyak partai pada bulan atau tahun mendatang. Sampai ke puncaknya Pilpres 2024. Pun begitu juga dengan PDIP,” urainya.

PDIP akan secara perlahan melakukan “pembedaan” dengan Jokowi. Tidak semua hal dari Jokowi adalah PDIP, dan sebaliknya tidak semua hal PDIP adalah Jokowi.

“Secara perlahan, dua sisi ini akan diungkap dengan terkelola," demikian Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA) Indonesia ini.

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri pernah bertanya pada Presiden Joko Widodo soal  siapa yang seharusnya menjadi pemegang komando tertinggi di saat kondisi bangsa dalam keadaan tidak normal alias darurat (pandemi Covid-19). Menurutnya, kepala negara yang harus memegang kendali komando.

"Saya bilang sama Bapak Presiden, Bapaklah yang namanya kepala negara Presiden RI yang harus langsung. Karena ini persoalannya adalah ekstraordinary,” tegas Megawati dalam acara saat acara pelatihan mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami yang digelar DPP PDIP secara virtual, Rabu (4/8).

“Jangan mikir oh ini adalah saya, tapi tidak dikerjakan," imbuhnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya