Berita

Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka/Net

Politik

Gibran Buka Rahasia Baliho Puan Jadi Indikasi Istana dan PDIP Punya Kepentingan Berbeda

JUMAT, 06 AGUSTUS 2021 | 10:51 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pengakuan Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka yang mendapat perintah untuk memasang baliho Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani menyiratkan berbagai spekulasi.

Salah satunya, spekulasi bahwa Gibran sudah berani membuka rahasia yang menjadi skenario PDI Perjuangan ke publik. Pengakuan putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu bahkan bisa ditafsirkan bahwa istana dan PDI Perjuangan punya kepentingan berbeda.

Begitu urai pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komarudin saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu, Jumat (6/8).


"Begitulah yang terjadi, begitulah keadaannya yang saat ini terjadi. Istana (Jokowi) dan PDIP (Megawati) punya kepentingan yang berbeda," katanya.

Meski demikian, pengakuan Gibran tersebut dalam politik adalah hal biasa dan lumrah. Begitu juga soal adanya perbedaan kepentingan dan pendapat dalam sebuah partai politik, termasuk di PDI Perjuangan.

"Yang tak boleh kan berbeda pendapatan di antara mereka. Hehe," kelakarnya.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini juga memahami kondisi Jokowi di 2024 sudah tidak bisa mencalonkan presiden lagi. Sehingga PDIP mesti ambil langkah-langkah sendiri tanpa Jokowi.

“Karena PDIP itu Megawati, bukan Jokowi," pungkasnya.

Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka memasang baliho bergambar Ketua DPR RI Puan Maharani di 14 titik jalan di Solo.

Kepada wartawan, Gibran mengaku bahwa pemasangan baliho tersebut dilakukan atas instruksi dari PDIP sebagai partai yang mengusungnya di Pilkada Kota Solo 2020.

"Iya. Itu ada instruksi dari partai," katanya usai meninjau Pasar Klewer bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, Solo, Jawa Tengah, Kamis (5/8).

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

Matador Pulangkan Belgia di Menit Akhir

Sabtu, 11 Juli 2026 | 04:14

Pengadaan Batu Bara Belum Tentu Penyebab Blackout Sumatera

Sabtu, 11 Juli 2026 | 04:05

Ijazah Asli Jokowi Dipastikan Sama seperti Unggahan Dian Sandi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:45

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Jampidsus Febrie Resmi Mundur

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:23

Antara VAR dan Tuduhan Argentina Anak Emas FIFA

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:02

Pemerintah Dukung Kortastipidkor Usut Tuntas Perkara Korupsi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:35

Pernyataan Febrie Dinilai Upaya Kendalikan Narasi di Tengah Deretan Fakta

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:33

Demo Copot Jampidsus Febrie

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:24

Akademisi University Swedia Teliti Penanggulangan Bencana PMI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:11

Selengkapnya