Berita

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara, H Hermansjah/Net

Politik

PWI Sumut Desak Polisi Tangkap Aktor Intelektual Pengeroyokan Wartawan di Sibolga

KAMIS, 05 AGUSTUS 2021 | 17:00 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kasus pengeroyokan yang dialami wartawan Harian Sinar Indonesia Baru dan dua anggota LSM di lokasi pembangunan Pasar Sibolga Nauli, Jalan Patuan Anggi, Sibolga adalah tindakan melanggar hukum.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara, H Hermansjah pun meminta aparat kepolisian menangkap aktor intelektual di balik pengeroyokan yang terjadi pada Selasa kemarin (4/8).

“Kami minta Polres Sibolga usut para pelaku dan aktor intelektualnya, seret sampai ke meja hijau. Karena dalam dua bulan ini, sudah dua kali terjadi insiden di lokasi proyek terhadap wartawan,” ujar Hermansjah dalam keterangan tertulisnya, Kamis (5/8).


Dalam menjalankan tugas, wartawan dilindungi UU 40/1999 tentang Pers. Wartawan mendapat perlindungan hukum dan dijamin profesinya oleh negara sebagaimana dalam Pasal 8 ayat 1 dan Pasal 4 ayat 3.

“Kepada wartawan yang bertugas, saya mengimbau agar selalu waspada dalam melaksanakan tugas dan mematuhi kode etik jurnalistik kita,” lanjutnya.

Ia mengurai, setidaknya ada empat kasus penghalang-halangan terhadap pers yang terjadi di Sumut dalam beberapa waktu terakhir. Mulai dari pembunuhan wartawan di Siantar, pembakaran dan percobaan pembunuhan wartawan di Binjai, penyiraman air keras kepada wartawan di Medan, serta pengeroyokan wartawan di Sibolga.

Dari rentetan kasus ini, Hermansjah menilai ada kesamaan pelaku, yaitu orang-orang yang menjalankan bisnis ilegal melakukan tindakan main hakim sendiri saat dikritisi wartawan.

Di sisi lain, ia meminta kepada insan pers di Sumatera Utara benar-benar memahami UU 40/1999 tentang Pers.

"Jadikan kode etik jurnalistik sebagai perisai dalam menjalankan tugas kewartawanan," tutupnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya