Berita

Mantan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo/Net

Dunia

Terima Hadiah Wiski Seharga Rp 83 Juta dari Pemerintah Jepang, Mike Pompeo Diselidiki Deplu AS

KAMIS, 05 AGUSTUS 2021 | 13:00 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo menjadi target penyelidikan Departemen Luar Negeri setelah kedapatan mendapat wiski senilai 5.800 dolar AS atau setara dengan Rp 83 juta dari pemerintah Jepang.

Sebuah dokumen pemerintah yang dipublikasikan pada Rabu (4/8) menunjukkan departemen saat ini tengah menyelidiki keberadaan botol wiski tersebut.

Berdasarkan pemberitahuan dari Kantor Kepala Protokol Departemen Luar Negeri pada 22 Juli, botol wiski itu diberikan kepada Pompeo oleh pemerintah Jepang pada 24 Juni 2019.


Dikutip dari Reuters, barang itu akan dimasukkan ke dalam Daftar Federal sebagai "Disposisi Tidak Diketahui" pada Kamis (5/8).

"Departemen sedang menyelidiki masalah ini," ujar pemberitahuan itu.

Penyelidikan mengenai botol wiski pertama kali dilaporkan oleh New York Times (NYT). Dalam laporannya, NYT menyebut Pompeo kemungkinan mendapat botol wiski itu saat mengunjungi Arab Saudi pada 24 Juni 2019 dan bertemu pejabat Jepang.

Namun mengutip dua sumber, laporan itu menyebut pejabat AS tidak pernah dibayar untuk hadiah tersebut.

Menurut aturan, pejabat AS hanya diizinkan untuk menyimpan hadiah dengan nilai kurang dari 390 dolar AS. Jika mereka ingin menyimpan hadiah lebih dari nilai itu, mereka harus membelinya.

Sementara itu, pengacara Pompeo, William Burk mengatakan, mantan menlu itu tidak mengetahui mengenai penyelidikan yang dilakukan departemen.

"Tuan Pompeo tidak ingat menerima sebotol wiski dan tidak mengetahui apa yang terjadi padanya. Dia juga tidak mengetahui adanya penyelidikan tentang keberadaannya. Dia tidak tahu apa disposisi dari botol wiski ini," ujar Burk.

Selain terlibat skandal botol wiski, Pompeo juga sempat dituduh melanggar etika penggunaan sumber daya yang didanai pembayar pajak pada April. Ia dan istrinya disebut sudah meminta karyawan Departemen Luar Negeri untuk melaksanaan tugas pribadi sebanyak lebih dari 100 kali.

Pompeo menjabat sebagai Menteri Luar Negeri AS pada masa pemerintahan Donald Trump. Ia dipandang sebagai salah satu dari segelintir Partai Republik dengan ambisi mencalonkan diri sebagai presiden untuk 2024.

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Dokter Tifa Buka Pintu Perawatan Imun untuk Jokowi

Jumat, 16 Januari 2026 | 18:06

Eggi dan Damai SP3, Roy Suryo dan Dokter Tifa Lanjut Terus

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:45

Seskab Dikunjungi Bos Kadin, Bahas Program Quick Win hingga Kopdes Merah Putih

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:35

Situasi Memanas di Iran, Selandia Baru Evakuasi Diplomat dan Tutup Kedutaan

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:20

Melihat Net-zero Dari Kilang Minyak

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:53

SP3 Untuk Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Terbit Atas Nama Keadilan

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:48

Kebakaran Hebat Melanda Pemukiman Kumuh Gangnam, 258 Warga Mengungsi

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:13

Musda Digelar di 6 Provinsi, Jawa Barat Tuan Rumah Rakornas KNPI

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:12

Heri Sudarmanto Gunakan Rekening Kerabat Tampung Rp12 Miliar Uang Pemerasan

Jumat, 16 Januari 2026 | 15:33

Ruang Sunyi, Rundingkan Masa Depan Dunia

Jumat, 16 Januari 2026 | 15:17

Selengkapnya