Berita

Kabais Letjen TNI Joni Supriyanto menyerahan bantuan perbaikan pesawat CASA Milik Angkatan Bersenjata Papua Nugini di Bandara Internasional Jacksons, Papua Nugini/Ist

Pertahanan

Panglima TNI Bantu Perbaikan Pesawat CASA Milik Tentara Papua Nugini

KAMIS, 05 AGUSTUS 2021 | 10:49 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyerahkan bantuan perbaikan mesin pesawat CASA milik Angkatan Bersenjata Papua New Guinea (PNG DF) jenis CT 7-9C di Bandara Internasional Jacksons - Port Moresby, Papua Nugini, Rabu (4/8).

Penyerahan bantuan dilakukan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI, Letjen Joni Supriyanto mewakili Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto. Letjen Joni didampingi sejumlah perwira tinggi dan menengah, di antaranya Laksma TNI Didik Kurniawan, Brigjen TNI Rio Firdianto, dan Brigjen TNI Joko Suparyoto.

“Ini dalam rangka meningkatkan hubungan diplomatik dan kerja sama antar kedua negara, khususnya di bidang pertahanan dan perbatasan selama ini yang sudah berjalan sangat baik,” kata Letjen Joni Supriyanto.


Pengiriman mesin dilakukan menggunakan pesawat Hercules C-130 TNI AU, A-1335 dari Skadron 32 Lanud Abdulrachman Saleh, Malang dipiloti Captain Pilot Mayor Pnb Fandi Abdillah Pulungan.

Bantuan mesin yang sudah diperbaiki tersebut diterima langsung oleh Perdana Menteri (PM) James Marape, dengan didampingi Deputy chief of Defence PNG Commodore Philip Polewara, Menlu PNG Soroe Eoe, beserta para pejabat utama departemen pertahanan (Defence Forces) PNG.

Sementara itu, Perdana Menteri James Marape berterima kasih atas bantuan perbaikan mesin pesawat CASA ini.

“Hubungan baik antara kedua negara telah berlangsung selama bertahun-tahun dan hingga saat ini masih berjalan sangat baik dengan perasaan saling menghormati dan menghargai kedaulatan kedua negara,” tutur PM James.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya