Berita

Ketua DPR RI Puan Maharani dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto/Net

Politik

Baliho Dipasang agar Publik Yakin Puan Maharani Cocok jadi Cawapres Prabowo Subianto

KAMIS, 05 AGUSTUS 2021 | 08:40 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Masifnya pemasangan baliho Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani di seantero nusantara dinilai sebagai upaya promosi untuk Pemilu 2024 mendatang.

Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima Indonesia Ray Rangkuti menilai, pemasangan baliho Puan tidak sekadar bermotif politik untuk mengganjal Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo semata.

Lebih jauh daripada itu, PDI Perjuangan tengah berupaya mendongkrak elektabilitas sang puteri mahkota untuk meyakinkan publik yakin dan nantinya dipasangkan sebagai calon wakil presiden (cawapres) dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di 2024.


"Tidak sekadar dimaksudkan untuk mengganjal Gandjar Pranowo, tapi juga mengerek popularitas dan elektabilitas Puan ke tingkat yang lebih meyakinkan untuk dapat menjadi calon wakil presiden, khususnya mendampingi Prabowo," ujar Ray Rangkuti kepada Kantor Berita Politik RMOL Kamis pagi (5/8).

Ray berpandangan, Ketua DPR RI itu memang tidak didesain untuk capres di Pilpres 2024 nanti. Namun, ia diskenariokan sebagai cawapres dari Prabowo. Berbeda dengan Ganjar Pranowo yang meskipun elektabilitasnya cukup tinggi di sejumlah lembaga survei nasional.

"Sementara Ganjar sendiri, elektabilitasnya sebagai capres. Jadi kedua tokoh ini memang beda level. Elektabilitas Puan untuk jadi capres itu jauh dari yang diharapkan," kata pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.
 
Atas dasar itu, Ray menilai bahwa Puan sangat kecil kemungkinan akan didorong sebagai capres oleh PDI Perjuangan di pemilu nanti. Meskipun, untuk posisi cawapres nama Puan masih bertengger sebagai kandidat tertinggi, tetapi itu tidak akan membantu Puan menaikkan elektabilitas.

"Besar kemungkinan, pemilih Puan, umumnya adalah pendukung PDIP atau memang karena dikaitkan dengan nama Prabowo," tuturnya.

"Jadi, sekalipun nama Puan tertinggi diantara kandidat cawapres lainnya, tapi belum tentu hal itu murni pemilih Puan. Itulah sebabnya, Puan perlu terus menerus mengerek popularitas untuk menaikan elektabilitas," demikian Ray Rangkuti.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya