Berita

Landasan pacu dibangun di Pulau Agalega, Mauritius/Net

Dunia

India Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Pulau Terpencil

RABU, 04 AGUSTUS 2021 | 13:30 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Desas-desus India telah membangun pangkalan laut rahasia di pulau Agalega yang terpencil kembali muncul ke permukaan. Gambar dari citra satelit, ditambah data keuangan dan bukti di lapangan semakin memperkuat dugaan tersebut.

Al Jazeera dalam laporannya yang dikutip pada Rabu (4/8) menyebut, India telah membangun pangkalan militer di pulau Agalega, Mauritius yang digunakan untuk misi patroli maritim.

Rumor mengenai pangkalan militer itu sudah muncul pada 2018. Tetapi ketika itu, baik India maupun Mauritius membantahnya.


Gambar dari citra satelit sendiri mengungkap, terdapat dua dermaga besar dan landasan pacu sepanjang lebih dari 3 km di pulau Agalega yang teletak sekitar 1.100 km dari pulau utama Mauritius.

"Ini adalah fasilitas intelijen bagi India untuk menggelar kehadiran udara dan angkatan laut demi meningkatkan pengawasan di Samudra Hindia barat daya yang lebih luas, serta perairan Mozambik," ujar Abhishek Mishra dari Observer Research Foundation (ORF).

Berdasarakan informasi yang telah ia peroleh, Mishra menyebut, pangkalan itu akan digunakan untuk berlabuhnya kapal-kapal India, dan landasan pacu untuk pesawat patroli maritim India, P-8I.

Sebelumnya, Agalega hanya memiliki landasan pacu pendek sepanjang 800 meter yang tidak cukup untuk mendaratkan pesawat seperti P-8I.

Peneliti di National Security College Australian National University, Samuel Bashfield mengatakan, pangkalan laut itu muncul lantaran Samudra Hindia semakin menjadi hotspot bagi negara-negara untuk memperluas pengaruh geopolitik mereka.

“Samudera Hindia barat daya adalah area di mana penting bagi India untuk memiliki area di mana pesawat mereka dapat mendukung kapal mereka, dan juga di mana ia memiliki area yang dapat digunakan sebagai landasan peluncuran untuk operasi,” jelasnya.

“Saya pikir itu adalah tempat yang benar-benar sempurna untuk pangkalan militer," imbuhnya.

Pembangunan infrastruktur di Agalega dilakukan setelah kesepakatan antara pemerintah Mauritius dan India pada 2015. Keduanya sepakat untuk menyiapkan dan meningkatkan infrastruktur untuk meningkatkan konektivitas laut dan udara di pulau terluar Mauritius.

Namun pada Mei 2021, Perdana Menteri Mauritius Pravind Jugnauth dengan tegas membantah bahwa pembangunan itu untuk tujuan militer.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

BGN Setop Sementara Operasional 1.276 SPPG, Ini Sebabnya

Kamis, 17 September 2026 | 01:56

DPR Apresiasi Kejagung Sita Aset dalam Kasus Febrie Tanpa Pandang Bulu

Kamis, 17 September 2026 | 01:30

Perang Dunia Ketiga Is Coming?

Kamis, 17 September 2026 | 01:04

KKP dan FAO Bidik Sektor Perikanan Genjot Ketahanan Pangan

Kamis, 17 September 2026 | 00:49

Kasus Teror di Papua Bikin Masyarakat Ragu dengan Kemampuan TNI-Polri

Kamis, 17 September 2026 | 00:20

Pemimpin Merupakan Refleksi Sistem Politik yang Dibangun Masyarakat

Kamis, 17 September 2026 | 00:01

Pergantian Menteri Harus Jadi Momentum Perkuat Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 16 September 2026 | 23:35

Ada “Nama Ajaib”, Bos Pajak dan Bea Cukai Minta Rotasi Era Purbaya Dibatalkan

Rabu, 16 September 2026 | 23:08

KPK Didesak Bongkar Jaringan Sistematis Korupsi Layanan ATR/BPN

Rabu, 16 September 2026 | 22:41

Prabowo: PT Timah Untung 900 Persen Berkat Efisiensi BUMN

Rabu, 16 September 2026 | 22:36

Selengkapnya