Berita

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus/Net

Dunia

Peringatan, WHO Kekurangan Rp 164 Triliun untuk Tangani Covid-19

RABU, 04 AGUSTUS 2021 | 10:59 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Virus corona varian Delta yang lebih menular semakin meresahkan dan mengganggu rencana penanganan pandemi dunia. Situasi juga diperburuk dengan negara-negara kaya yang mulai mengabaikan dukungan program Covid-19.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dilaporkan membutuhkan 11,5 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 164 triliun (Rp 14.300/dolar AS) untuk menangani pandemi Covid-19 di negara-negara miskin.

Sebuah dokumen yang dikutip Reuters pada Rabu (4/8) menyebut, sebagian besar dana dibutuhkan untuk membeli alat tes Covid-19, oksigen, dan masker. Sementara seperempatnya untuk membeli ratusan juta dosis vaksin Covid-19.


Dokumen yang kemungkinan akan dirilis pada pekan depan itu mengurai kebutuhkan finansial program Access to COVID-19 Tools Accelerator (ACT-A) yang dipimpin WHO. Program yang didirikan pada awal pandemi itu masih sangat kekurangan dana.

Program tersebut sebelumnya sudah memotong hampir 5 miliar dolar AS kebutuhannya, sehingga menjadi 16,8 miliar dolar AS.

Sejauh ini, ACT-A masih kekurangan 7,7 miliar dolar AS. Namun butuh 3,8 miliar dolar AS tambahan untuk membeli 760 juta dosis vaksin Covid-19, sehingga totalnya menjadi 11,5 miliar.

"Opsi untuk membeli (vaksin) perlu dilakukan dalam beberapa bulan mendatang atau dosis vaksin akan hilang," ujar ACT-A dalam dokumen tersebut.

Kurangnya dana penanganan Covid-19 memicu kekhawatiran terkait keberlanjutan program tersebut. Permohonan dana dari ACT-A saat ini sedang berlangsung dengan Prancis, Jerman, dan Kanada.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Legislator Gerindra Dipanggil Majelis Kehormatan Usai Viral Main Game saat Rapat

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:19

Emas Antam Ambruk, Satu Gram Dibanderol Rp2,81 Juta

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:10

Di Forum BRICS, Sugiono Kenang Empat TNI Gugur dalam Misi Perdamaian Lebanon

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:02

Pengamat: Kombinasi Sentimen Global Bikin Rupiah Tersungkur

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:29

Jakarta Masih Ibu Kota Kabar Baik untuk Masa Depan Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:23

ARUKKI Surati Ketua KPK, Minta Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Diperiksa

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:16

Jemaah Haji Lansia dan Sakit Tetap Raih Pahala Meski Beribadah di Hotel

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:09

Resmi Masuk RI! Ini Spesifikasi dan Harga MacBook Neo, Laptop Termurah Apple

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:03

PKB Gagas Reformasi Perlindungan Santri Lewat Temu Nasional Ponpes

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:01

Di Balik Pelemahan Rupiah, Ada Tekanan Besar pada Ekonomi Domestik

Jumat, 15 Mei 2026 | 10:51

Selengkapnya