Berita

Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani, Hikmahanto Juwana/Net

Dunia

Walau Tak Dikunjungi Kamala Harris, Indonesia Masih Penting Bagi Amerika

RABU, 04 AGUSTUS 2021 | 10:36 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Tidak adanya nama Indonesia dalam daftar tur Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Kamala Harris ke Asia Tenggara tidak bisa diinterpretasikan dengan negatif.

Pengamat hubungan internasional Hikmahanto Juwana menegaskan, Indonesia masih menjadi kekuatan penting bagi Amerika, meski Harris hanya mengunjungi Singapura dan Vietnam dalam lawatannya pekan depan.

"Mungkin jadwal yang padat. Belum lagi di Indonesia, kita kan sedang mengatasi pandemi Covid-19," kata Hikmahanto kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (4/8).


Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) ini menuturkan, mungkin ada interpretasi bahwa AS menjauhi Indonesia setelah berubahnya kepemimpinan dari Republik ke Demokrat, yang lebih menyoroti catatan sejarah hak asasi manusia.

Namun jika dilihat dari situasi rivalitas dengan China, AS masih sangat membutuhkan Indonesia.

"AS tidak bisa membiarkan Indonesia jatuh ke tangan China karena posisi strategis Indonesia, baik di ASEAN maupun kancah internasional," tambahnya.

Selain itu, ia juga menilai, pemerintahan Presiden Joe Biden lebih mengedepankan hubungan konkret daripada sekadar sombolis kunjungan para pejabat tinggi.

"Buktinya, Armed Forces AS justru giat-giatnya latihan bersama dengan TNI, khususnya TNI AD," sambungnya.

Saat ini, pasukan AS dan Indonesia tengah melakukan latihan perang bersama Garuda Shield 2021 di Pusat Latihan Baturaja, Amborawang, dan Makalisung. Latihan yang dimulai dari 4 hingga 14 Agustus 2021 ini melibatkan 1.000 prajurit Angkatan Darat AS dan 850 prajurit TNI AD.

Sementara itu, sejak akhir pekan lalu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melakukan lawatan ke Washington DC untuk melakukan Dialog Strategis Indonesa-AS pertama dengan Menteri Luar Negeri Antony Blinken.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya