Berita

Perwakilan Tetap India untuk PBB Tirumurti/Net

Dunia

Jadi Presiden DK PBB, India Fokus Isu Terorisme hingga Keamanan Maritim

RABU, 04 AGUSTUS 2021 | 08:33 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Isu terorisme akan menjadi fokus presidensi India selama sebulan di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (DK PBB). Di samping itu, akan ada pembahasan mengenai keamanan maritim dan pasukan perdamaian.

India telah mengambil mandat menjadi Presiden DK PBB untuk Agustus pada Minggu (1/8). Presidensi ini akan dipimpin oleh Perwakilan Tetap India untuk PBB Tirumurti.

Namun akan ada sesi khusus untuk membahas perdamaian dan keamanan internasional terkait terorisme di dewan yang akan dipimpin langsung oleh Menteri Luar Negeri S. Jaishankar. Sesi itu juga akan menghadirkan Sekretaris Jenderal Antonio Gueterres untuk memberi pengarahan mengenai ISIS.


Berbicara dalam konferensi pers pada Senin (2/8), Tirumurti mengurai tiga bidang yang akan disoroti oleh India selama sebulan ke depan, yaitu terorisme, keamanan maritim, dan pasukan perdamaian.

"Kekhawatiran India bukan hanya tentang terorisme lintas batas, tetapi juga penggunaan mekanisme yang sangat canggih oleh para teroris dan pendanaan terorisme," ujar Tirumurti, seperti dikutip India Narrative.

Ia mengatakan, situasi yang saat ini membuat khawatir dewan beranggotakan 15 negara itu adalah meningkatnya terorisme di Afrika.

"Terorisme mempengaruhi semua wilayah utama dunia dan ISIS memiliki jangkauan di seluruh dunia," tambahnya.

Selain terorisme, India juga akan membawa pendekatan holistik mengenai keamanan maritim untuk pertama kalinya ke DK PBB. Biasanya, DK PBB hanya membahas aspek-aspek tertentu dari isu ini.

"Tujuan kami untuk debat tingkat tinggi adalah untuk membuat akses yang sama bagi semua negara untuk menggunakan kepentingan bersama global sehingga jalur laut dijadikan sebagai jalur menuju kemakmuran bersama dan koridor perdamaian," jelas Tirumurti.

Terkait isu keamanan maritim, Perdana Menteri Narendra Modi dikabarkan akan memimpin secara langsung sesi pada pekan depan. Nantinya, Presiden Uni Afrika Felix-Antoine Tshisekedi Tshilombo, yang juga presiden Republik Demokratik Kongo, akan berpartisipasi dalam demonstrasi perhatian global terhadap masalah.

Debat terbuka akan dilakukan untuk mencari solusi untuk mengatasi kejahatan dan ketidakamanan maritim, serta bagaimana negara-negara anggota dapat meningkatkan kemampuan hingga koordinasi operasional untuk mengakses ancaman keamanan maritim.

Ancaman keamanan maritim meliputi pembajakan, penggunaan laut untuk melakukan kejahatan perdagangan gelap narkotika dan psikotropika, perdagangan manusia dan senjata api ilegal, penangkapan ikan ilegal, hingga tindakan yang tidak diatur namun memiliki implikasi bagi penghidupan dan keamanan masyarakat pesisir, perdagangan internasional, keamanan energi, dan ekonomi global.

Sementara isu ketiga adalah pemeliharaan pasukan perdamaian. India menjadi penyumbang pasukan perdamaian dengan telah mengirim lebih dari 250 ribu tentaranya untuk operasi PBB.

"Kami akan sangat menganjurkan langkah-langkah yang ditingkatkan untuk memastikan keselamatan dan keamanan para pelindung perdamaian," kata Tirumurti, merujuk pada penggunaan teknologi untuk pasukan perdamaian dan pelaku kejahatan terhadap mereka.

Data menunjukkan, orang-orang yang melakukan kejahatan terhadap pasukan penjaga perdamaian mendapat hukuman yang rendah.

"Itu mendapat banyak dukungan dari negara-negara karena bagi kami, melindungi pelindung adalah aspek penting," tambahnya.

Menlu Jaishankar akan memimpin sesi pemeliharaan perdamaian pada 18 Agustus.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya