Berita

Pentagon dikunci setelah beberapa tembakan di dekat sebuah platform oleh stasiun Metro fasilitas itu terkait penikaman seorang petugas pada Selasa 3 Agustus 2021/Net

Dunia

Polisi Penjaga Pentagon Tewas Ditikam Penyusup, Menhan Lloyd Austin Perintahkan Kibarkan Bendera Setengah Tiang

RABU, 04 AGUSTUS 2021 | 07:25 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Seorang petugas polisi Pentagon tewas ditikam di dekat pintu masuk Departemen Pertahanan AS pada Selasa (3/8) waktu setempat, tersangka berhasil dilumpuhkan dan meninggal di tempat kejadian perkara.

Kematian petugas dan tersangka pertama kali dikonfirmasi oleh pejabat yang tidak berwenang untuk membahas masalah tersebut dan berbicara kepada The Associated Press dengan syarat anonim.

"Kekerasan berikutnya, yang termasuk serangkaian tembakan, mengakibatkan beberapa korban," kata Woodrow Kusse, kepala Badan Perlindungan Pasukan Pentagon, yang bertanggung jawab atas keamanan di fasilitas tersebut.


Tersangka tewas diidentifikasi oleh beberapa petugas penegak hukum sebagai Austin William Lanz, seorang pemuda berusia 27 tahun asal Georgia.

Lanz diketahui pernah mendaftar di Korps Marinir AS pada Oktober 2012 tetapi 'dipisahkan secara administratif' kurang dari sebulan kemudian dan tidak pernah mendapatkan gelar Marinir, menurut keterangan Korps dalam sebuah pernyataan.

Kejadian bermula saat Lanz tiba-tiba berlari ke arah petugas dan menikam lehernya, menurut dua petugas penegak hukum. Petugas kemudian menembak dan membunuh Lanz.

Hingga saat ini penyelidik masih berusaha menentukan motif serangan dan menggali latar belakang Lanz, termasuk kemungkinan riwayat penyakit mental atau alasan apa pun yang mungkin dia inginkan untuk menargetkan Pentagon atau petugas polisi.

Setelah peristiwa itu, Menteri Pertahanan Lloyd Austin menyatakan belasungkawa dan mengatakan bendera di Pentagon akan dikibarkan setengah tiang.

"Petugas yang gugur ini meninggal dalam menjalankan tugas, membantu melindungi puluhan ribu orang yang bekerja di - dan yang mengunjungi - Pentagon setiap hari," kata Austin dalam sebuah pernyataan.

“Kematian tragis hari ini adalah pengingat akan bahaya yang mereka hadapi dan pengorbanan yang mereka lakukan. Kami selamanya berterima kasih atas layanan itu dan keberanian yang diberikannya," ujarnya.

Saat kejadian Austin dan Jenderal Mark Milley, ketua Kepala Staf Gabungan, berada di pertemuan Gedung Putih dengan Presiden Joe Biden pada saat penembakan itu. Juru bicara Pentagon John Kirby mengatakan Austin kembali ke gedung dan pergi ke pusat operasi kepolisian Pentagon untuk berbicara dengan petugas di sana.

Insiden hari Selasa terjadi di peron bus Metro yang merupakan bagian dari Pentagon Transit Center, yaitu pusat jalur kereta bawah tanah dan bus. Stasiun ini hanya beberapa langkah dari gedung Pentagon, yang berada di Arlington County, Virginia, tepat di seberang Sungai Potomac dari Washington.

Seorang reporter Associated Press di dekat gedung mendengar beberapa tembakan, lalu jeda, lalu setidaknya satu tembakan tambahan. Wartawan AP lainnya mendengar polisi meneriakkan "penembak."

Akibat kejadian tersebut, markas besar militer AS itu sempat melakukan penguncian sementara untuk menghindari kejadian yang tak diinginkan. Lewat tengah hari penguncian berakhir kecuali untuk daerah sekitar TKP.

Tidak segera jelas apakah tindakan keamanan tambahan mungkin akan dilakukan di daerah tersebut.

Kejadian yang hampir serupa pernah terjadi pada tahun 2010, di mana dua petugas dari Badan Perlindungan Angkatan Pentagon terluka ketika seorang pria bersenjata mendekati mereka di area pemeriksaan keamanan. Para petugas, yang selamat, membalas tembakan, melukai pria bersenjata yang diidentifikasi sebagai John Patrick Bedell.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Presiden Prabowo Patok Belanja Negara Rp4.097 Triliun, Defisit Rp671,2 T di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 18:15

Pemerintah Anggarkan Belanja Rp4.097 Triliun untuk Delapan Program Prioritas di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:59

Titah Prabowo Usut Tambang Ilegal Wajib Dilaksanakan TNI-Polri

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:55

Prabowo Targetkan Efisiensi Rp360 Triliun dari Belanja Pemerintah

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:41

Muktamar NU dalam Pusaran Politik Kepentingan Umat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:20

Prabowo Usul Beri Kewarganegaraan Ganda bagi Diaspora dengan Talenta Terbaik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:10

Iwan Sumule: Program Prabowo adalah Amanat Konstitusi

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:09

Kepastian RUU Perampasan Aset, Menteri Hukum: Tunggu DPR Gelar Uji Publik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:53

Prabowo Siapkan Ambulans Udara hingga Tim Dokter Terbang untuk Layani Daerah Terpencil

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:52

Prabowo Buka Opsi Datangkan Dokter dari Luar Negeri untuk Praktik di Indonesia

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:32

Selengkapnya