Berita

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan/Net

Politik

Pengamat: Julukan "King Of Angin Sorga" Menyehatkan meski Bikin Kuping LBP Panas

SELASA, 03 AGUSTUS 2021 | 10:40 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Julukan "King Of Angin Sorga" kepada Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) merupakan wujud objektifitas dan keberanian Partai Rakyat Adil Makmur (Prima) dalam mengkritik pemerintah.

"Itu penilaian mereka, objektif dan apa adanya. Kita apresiasi keberanian Partai Prima untuk mengkritik LBP," kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin Kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (3/8).

Bagi Ujang, keberanian Partai Prima mengisi kekosongan di tengah minimnya partai politik yang berani mengkritik mantan Menko Polhukam itu.


Dosen Ilmu Politik Universitas Al-Azhar Indonesia ini meyakini, kritikan tersebut akan membuat politisi Golkar itu gerah.

"Raja Angin Sorga, julukan yang kelihatannya akan membuat LBP panas kupingnya. Hak Partai Prima untuk bisa mengkritik LBP, dan kritik itu menyehatkan," tuturnya.

Lebih lanjut, ia berharap kepada pihak yang dikritik agar tidak usah bawa perasaan (baper) hingga marah-marah. Sebab, sistem demokrasi yang diterapkan di Indonesia telah menjamin setiap orang untuk memberi kritikan kepada penguasa.

"Tak usah marah-marah dan mencak-mencak. Karena di dalam demokrasi, kritik itu hal yang biasa. Dilakukan untuk saling mengingatkan satu sama lain," tandasnya.

Gelar "The King of Angin Sorga" yang disematkan Partai Prima kepada Luhut menjadi rentetan kritikan publik terhadap pemerintah. Jauh sebelum itu, kritikan serupa juga disampaikan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI).

Kepada Presiden Joko Widodo, BEM UI menyematkan Jokowi dengan julukan "The King of Lips Service".

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Diburu Kolektor, BI Cetak Lagi Rupiah Tanda Tangan Purbaya

Jumat, 25 September 2026 | 00:17

DPRD DKI: Perkuat Fungsi Edukasi dan Kebudayaan di TIM

Jumat, 25 September 2026 | 00:04

Pelunasan BLBI Jadi Tonggak Penyelesaian Krisis 1997-1998

Kamis, 24 September 2026 | 23:37

Tim Hukum: Tak Ada Saksi Sebut Heri Susanto Terima Suap

Kamis, 24 September 2026 | 23:19

Sufmi Dasco akan Kukuhkan Pengurus APKLI Merah Putih

Kamis, 24 September 2026 | 23:00

Tagihan Cicilan Kopdes Merah Putih Rp37,7 Triliun Jatuh Tempo Besok

Kamis, 24 September 2026 | 22:59

Warisan Kwik Kian Gie untuk Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 22:48

DPR Minta Basarnas Lanjutkan Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kamis, 24 September 2026 | 22:26

Tokoh Adat Papua Kecam Penembakan Tiga Warga Sipil di Muliama

Kamis, 24 September 2026 | 22:23

Menko Yusril Pastikan Media Bebas Meliput di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 22:11

Selengkapnya