Berita

Pakar dan Guru Besar Hukum Tata Negara, Yusril Ihza Mahendra/Net

Politik

Vaksinasi Nakes Lamban, Yusril Desak DPR Ajukan Interpelasi Dana Penanganan Covid-19

SENIN, 02 AGUSTUS 2021 | 15:09 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI diminta untuk segera melakukan interplasi kepada pemerintah terkait keterlambatan vaksinasi ketiga untuk tenaga kesehatan (Nakes) yang menjadi garda terdepan melawan pandemi Covid-19.

Hal itu disampaikan oleh Pakar dan Guru Besar Hukum Tata Negara, Yusril Ihza Mahendra dalam acara webinar yang diselenggarakan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) pada Sabtu malam (31/7).

Saat diskudi berlangsung diikuti hampir 2 ribu orang dokter dan pengamat. Turut pula berbicara di acara webinar itu adalah Ketua Satgas Penanganan Covid PB IDI Prof Dr Zubairi Jurban; Ketua PB IDI Dr Daeng M. Faqih; dan Dr Norman Zainal.


"Keterlambatan pemberian vaksin ketiga bagi Nakes adalah masalah serius. Selama pandemi lebih 600 dokter gugur dalam menunaikan tugas. Ribuan Nakes lainnya mengalami nasib yang sama," ujar Yusril kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (2/8).

Ketika awal pandemi kata Yusril, Nakes bekerja dengan alat pelindung diri (APD) di bawah standar, sehingga berisiko tertular.

Para dokter dan Nakes pun bekerja menyambung nyawa karena bekerja melampaui batas waktu kerja normal, kelelahan dan pembayaran insentif yang sering tertunda-tunda penyalurannya.

"Pemerintah sejak awal mengatakan akan menggunakan vaksin Moderna untuk vaksin ketiga para Nakes. Vaksin ini dikabarkan telah tiba di negara kita pada tanggal 11 Juli yang yang lalu dan jumlah yang sudah lebih dari cukup untuk memvaksin 1,4 juta Nakes yang ada di seluruh tanah air," jelas Yusril.

"Namun sampai akhir 31 Juli 2021, belum ada kabar bahwa para Nakes telah divaksin ketiga. Kalaupun ada, jumlahnya belum 1 persen dari jumlah Nakes. Kalaupun tidak harus Moderna, vaksin lain yang tersedia dan boleh digunakan untuk vaksin ketiga seharusnya sudah lama digunakan," sambung Yusril.

Akibat keterlambatan itu masih kata Yusril, korban yang jatuh di kalangan Nakes semakin meningkat.

"Jika korban Nakes meningkat, maka masyarakat yang menjadi korban akan terjadi peningkatan pula. Tiap hari kita mengucapkan 'innalillah' karena begitu banyaknya saudara-saudara kita yang wafat akibat sarana dan prasarana penanganan covid yang kurang memadai," terang Yusril.

Dengan demikian, DPR kata Yusril, seharusnya melakukan pengawasan yang sungguh-sungguh terkait persoalan keterlambatan tersebut.

"Terhadap masalah ini, beberapa anggota DPR dapat mengambil prakarsa inisiatif mengajukan interplasi kepada Pemerintah," kata Yusril.

Interplasi tersebut sambung Yusril, bisa meluas untuk mencari tahu sumber pendanaan yang dimiliki pemerintah dalam menangani pandemi.

"Mungkin belum saatnya mengajukan angket atas hal ini dalam situasi yang mencekam sekarang ini. Namun penggunaan interpelasi saya kira sudah saatnya dalam rangka DPR melaksanakan kewenangan konstitusional yang ada pada mereka," pungkas Yusril yang pernah menjadi tim hukum pasangan Jokowi-Maruf Amin di sengketa Pilpres 2019 kemarin.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Seriuskah Kemdiktisaintek Menjaga Mutu Pendidikan Tinggi

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:22

Anggota Dewan Etik Golkar Diduga Terlibat Dugaan Penipuan Miliaran

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:11

Membangun Kemandirian Energi Desa Melalui Penguatan Kapasitas Local Hero

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:05

Pertamina Perkuat Kemitraan Strategis Lewat SRM Summit 2026

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:31

Kerja Sama KSPSI-UT Perluas Kesempatan Pekerja Raih Pendidikan Tinggi

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:17

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PTPN IV PalmCo Fasilitasi APRC 2026, Perputaran Ekonomi Masyarakat Meningkat

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:58

Isu Wamenhan Baru Jangan Terjebak Kepentingan Bisnis dan Korporasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:55

Paroki Kraksaan Menanti Kejelasan

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:32

Pramono-Erick Thohir Godok Persiapan FIFA ASEAN Cup di Jakarta

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:24

Selengkapnya