Berita

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in/Net

Dunia

Seoul: Latihan Militer Korsel-AS Tak Seharusnya jadi Sumber Ketegangan

SENIN, 02 AGUSTUS 2021 | 13:23 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sejauh ini belum ada keputusan mengenai latihan bersama antara Korea Selatan dan Amerika Serikat (AS). Namun meskipun telah diputuskan, latihan militer bersama itu seharusnya tidak menjadi sumber ketegangan dengan Korea Utara.

Demikian yang disampaikan oleh pemerintah Korea Selatan pada Senin (2/8), menanggapi peringatan yang diberikan oleh Korea Utara sehari sebelumnya.

Jurubicara Kementerian Pertahanan Korea Selatan, Boo Seung-chan mengatakan Seoul dan Washington masih dalam tahap pembicaraan mengenai latihan militer bersama, dan belum ada keputusan yang dibuat.


Pertimbangan yang dibahas kedua belah pihak meliputi kondisi pandemi Covid-19, mulai dari postur pertahanan, rencana transfer kendali operasional masa perang, hingga upaya diplomatik untuk membangun perdamaian abadi di Semenanjung Korea.

"Kami tidak bisa mengomentari pernyataannya, tetapi mengenai latihan, waktu dan metodenya belum final," kata Boo, seperti dikutip Channel News Asia.

Sementara itu, jurubicara Kementerian Unifikasi, Lee Jong-joo mengatakan, latihan itu tidak boleh menjadi"sumber ketegangan militer dalam hal apa pun.

Ia mengatakan, sejak upaya dialog denuklirisasi yang difasilitasi mantan Presiden AS Donald Trump, latihan militer antara Seoul dan Washington telah diperkecil.

Korea Selatan dan AS secara teratur menggelar latihan militer, terutama di musim semi dan musim panas. Sedangkan Korea Utara telah lama menanggapinya dengan kritik pedas, menggambarkannya sebagai upaya provokasi.

Pejabat senior Partai Pekerja Korea (WPK) sekaligus saudara perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, Kim Yo Jong pada Minggu (1/8) mengeluarkan peringatan atas latihan Korea Selatan dan AS yang kemungkinan akan digelar bulan ini.

Ia mengatakan, latihan itu akan melemahkan upaya untuk membangun kembali hubungan antar-Korea.

Beberapa hari yang lalu, Korea Selatan dan Korea Utara telah memulihkan hotline yang diputus Pyongyang selama setahun. Kedua belah pihak juga membahas upaya membuka kembali kantor penghubung dan pertempuan puncak dua pemimpin.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

BGN Setop Sementara Operasional 1.276 SPPG, Ini Sebabnya

Kamis, 17 September 2026 | 01:56

DPR Apresiasi Kejagung Sita Aset dalam Kasus Febrie Tanpa Pandang Bulu

Kamis, 17 September 2026 | 01:30

Perang Dunia Ketiga Is Coming?

Kamis, 17 September 2026 | 01:04

KKP dan FAO Bidik Sektor Perikanan Genjot Ketahanan Pangan

Kamis, 17 September 2026 | 00:49

Kasus Teror di Papua Bikin Masyarakat Ragu dengan Kemampuan TNI-Polri

Kamis, 17 September 2026 | 00:20

Pemimpin Merupakan Refleksi Sistem Politik yang Dibangun Masyarakat

Kamis, 17 September 2026 | 00:01

Pergantian Menteri Harus Jadi Momentum Perkuat Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 16 September 2026 | 23:35

Ada “Nama Ajaib”, Bos Pajak dan Bea Cukai Minta Rotasi Era Purbaya Dibatalkan

Rabu, 16 September 2026 | 23:08

KPK Didesak Bongkar Jaringan Sistematis Korupsi Layanan ATR/BPN

Rabu, 16 September 2026 | 22:41

Prabowo: PT Timah Untung 900 Persen Berkat Efisiensi BUMN

Rabu, 16 September 2026 | 22:36

Selengkapnya