Berita

Meghan Markle/Net

Dunia

Dengan Dukungan Clinton dan Obama, Meghan Markle Bisa Ikut Pilpres AS 10 Tahun Lagi

SENIN, 02 AGUSTUS 2021 | 10:58 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Meghan Markle, istri Pangeran Harry yang telah menanggalkan status bangsawan Inggris, bisa terjun ke dunia politik dan bahkan menjadi kandidat presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat.

Menurut penulis biografi, Tom Bower yang dimuat The Sun pada Minggu (1/8), Markle dapat mencalonkan diri sebagai presiden AS dalam waktu 10 tahun ke depan, setelah membangun akar politiknya.

Ia mengatakan, karir politik masa depan Markle adalah hal yang baik, namun akan banyak memicu kritik.


Untuk membangun akar politiknya, Bower menyarankan agar Markle memulai dengan mengikuti pemilihan kongres atau gubernur. Ia harus mendapatkan dukungan dari tokoh-tokoh politik yang kuat sebelum mempersiapkan diri untuk jabatan yang lebih besar.

"Dengan dukungan dari para godfather Demokrat, (Bill) Clinton dan (Barack) Obama, Meghan seharusnya memiliki sedikit kesulitan untuk dinominasikan sebagai salah satu dari 40 anggota Kongres negara bagian yang dikirim ke Washington," ujar Bower.

"Jika orang California berduyun-duyun ke Perang Salib untuk Kebaikan, maka setelah dua periode, hanya empat tahun, dia dapat membangun akar politiknya. Setelah itu, nasib akan mengambil alih," tambahnya.

Bower menilai, Markle memiliki cukup keberanian dan kepercayaan diri untuk bertahan di bawah tekanan pemilihan presiden dan menanggapi kritik.

"Pertanyaannya apakah dia punya stamina?" sambungnya.

Gagasan tentang Markle dalam politik tidak populer di Amerika. Menurut The Express di AS dan Inggris, 80 persen orang Amerika percaya bahwa Markle tidak boleh terjun ke dunia politik. Pendapat itu diamini oleh 75 persen warga Inggris.

Markle dan Pangeran Harry, berserta anak mereka, pindah ke AS pada musim panas lalu. Mereka membeli dan tinggal di sebuah rumah senilai 14,7 juta dolar di Montecito, California setelah keluar dari anggota senior kerajaan Inggris.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya